Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ternyata Ada Belasan Warga Grobogan yang Setor Uang Miliaran Rupiah Buat Padepokan Dimas Kanjeng



Reporter:    /  @ 14:56:43  /  7 Oktober 2016

    Print       Email
Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan keterangan pada wartawan di mapolres, Jumat (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat menyampaikan keterangan pada wartawan di mapolres, Jumat (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Penyetor uang yang ditengarai mengalir ke Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, ternyata ada yang berasal dari Grobogan. Jumlah uang yang sudah disetorkan ini mencapai Rp 1,27 miliar.

Adanya orang yang sudah sempat menyetorkan uang ini berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan aparat Polres Grobogan, sejak kasus Dimas Kanjeng mencuat. Dari penelusuran lapangan ini diketahui sedikitnya sudah ada 14 orang yang setor uang melalui pengikut Dimas Kanjeng.

“Untuk sementara sudah kita dapati ada 14 nama yang pernah menyetorkan uang lewat perantara atau pengikut Dimas Kanjeng. Data ini kita dapat dari anggota yang menggali informasi di lapangan. Jadi, bukan dari laporan orang yang sudah menyetorkan uang tersebut. Dari 14 orang ini belum ada yang menyampaikan laporan resmi ke sini karena kemungkinan merasa malu pada masyarakat,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning pada wartawan, Jumat (07/10/2016).

Belasan penyetor uang tersebut tinggal di dua desa di Kecamatan Klambu. Yakni, 9 orang warga Desa Jenengan dan 5 orang lainnya warga Desa Menawan. Sebagian besar penyetor uang ini adalah wiraswasta.

Jumlah uang yang sudah disetorkan 9 warga Desa Jenengan nilainya mencapai Rp 950 juta. Sedangkan setoran 5 warga Desa Menawan totalnya ada Rp 320 juta.

Mengenai orang yang jadi perantara dan diyakini jadi pengikut Dimas Kanjeng tersebut, sebelumnya sudah dikenal dengan baik. Bahkan, ada salah satu perantara itu yang bekerja jadi perangkat pemerintahan desa. Oleh sebab itu, belasan penyetor tersebut tidak banyak menaruh curiga ketika menitipkan uangnya buat dilipat gandakan di kemudian hari.

“Orang yang dimungkinkan merupakan pengikut Dimas Kanjeng di Klambu itu ada empat orang. Selain itu, ada beberapa orang lagi dari luar Kecamatan Klambu yang diduga juga jadi pengikut Dimas Kanjeng. Saat ini, pengikut Dimas Kanjeng ini tidak ada di rumahnya. Kabarnya, mereka masih ada di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo,” jelas Agusman.

Dalam kesempatan itu, Agusman mengimbau kepada masyarakat yang sudah sempat menyetorkan uang lewat perantara ke Padepokan Dimas Kanjeng agar berani lapor pada pihak kepolisian. Baik di level polsek maupun ke mapolres.“Atau jika tidak mau lapor ke kantor bisa lewat telpon atau layanan SMS center kami. Nomor ada di 085727779222,” pesannya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →