Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Premium Akan Hilang di 18 SPBU Kudus



Reporter:    /  @ 14:30:39  /  7 Oktober 2016

    Print       Email
Petugas melayani pembelian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melayani pembelian BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan BBM jenis premium secara perlahan bakal hilang dari seluruh SPBU di Kudus. Hal itu disebabkan karena semua SPBU sudah siap untuk tidak lagi menjualnya.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Hiswana Migas Muhammad. Menurutnya, warga akan dirugikan jika masih menggunakan premium. Jika menggunakan premium secara harga memang lebih murah ketimbang pertalite. Namun secara penggunaan akan lebih hemat hingga Rp 700 per liternya karena menggunakan RON 90/91. Sedangkan premium hanya memiliki RON 88 saja.

“Kami tidak melarang menjual premium, namun SPBU wajib memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kerugian yang diterima,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan kalau SPBU masih boleh menjual premium. Hanya proses edukasi harus terus dilakukan kepada masyarakat lantaran itu adalah tugas yang harus dilakukan. Itu harus ditaati seluruh SPBU dan sebagai upaya membantu peralihan premium ke pertalite. Masyarakat juga dianggap sudah menerima lantaran data yang ada, pemberian pertalite selalu meningkat dan premium selalu menurun.

“Ini merupakan bukti kesadaran masyarakat sudah mulai beralih dan sadar. Premium beralih ke pertalite, namun tidak untuk pertamax, karena masih tetap,” ujarnya.

Dia mengatakan premium dikurangi secara bertahap atau tidak langsung dihilangkan. Biar masyarakat merasakan perbedaan terlebih dulu menggunakan pertalite dengan premium. SPBU mulai sekarang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hal tersebut.

Muhammad menambahkan, ke depan tidak ada penjual bensin eceran jenis premium. Hanya diperbolehkan pembelian jeriken BBM jenis petalite dan pertamax. Untuk di Kudus, jumlah SPBU ada 18 tetapi ada satu yang tidak melayani premium yakni SPBU Cendono sejak awal Agustus 2016 dan bakal disusul lainnya.

Meski dari jauh hari tidak melayani premium, pembeli tidak hilang melainkan masih membeli pertalite. Hal itu juga dianggap bukan karena tidak ada premium, namun masyarakat sudah sadar.

“Kalau aslinya, yang dirugikan adalah kami dari SPBU. Soalnya pembeli bisa saja pergi begitu melihat SPBU tidak menjual premium,” imbuhnya

Dia menambahkan yang sudah siap untuk mengurangi premium Kabupaten Demak, Rembang dan Kudus. Sesuai kesepakatan rapat beberapa waktu lalu SPBU tidak diwajibkan menjual premium, tetapi untuk nozzle pertalite ditambah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →