Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

33 Persen Pekerja Lokal Terserap pada Proyek Eksplorasi Migas di Krikilan Rembang



Reporter:    /  @ 12:06:20  /  7 Oktober 2016

    Print       Email
Abdul Mutalib Masdar (kanan), GM PT. PHE Randugunting  memaparkan mengenai ekplorasi migas yang bakal dilakukan di Desa Krikilan, Kecamatan Kaliori, Rembang, di Teras Kota Kamis (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Abdul Mutalib Masdar (kanan), GM PT. PHE Randugunting memaparkan mengenai ekplorasi migas yang bakal dilakukan di Desa Krikilan, Kecamatan Kaliori, Rembang, di Teras Kota Kamis (07/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – General Manajer PT. PHE Randugunting Abdul Mutalib Masdar mengatakan, proyek ekplorasi migas di Desa Krikilan, Kecamatan Kaliori, Rembang, akan memperkerjakan sebanyak 267 orang.

Jumlah tersebut, menurutnya terdiri dari tenaga ahli sebanyak 185 orang dan tenaga nonskill sebanyak 82 orang. Dari tenanga nonskill tersebut, ada 27 orang atau sebanyak 33 persen berasal dari masyarakat lokal.

“Sejauh ini, kita sudah memberdayakan pekerja lokal di kategori non skill sebesar 33 persen dari jumlah 82 orang itu. Akan tetapi nantinya kita akan tetap berupaya sekitar 40 hingga 50 persenanlah para pekerja lokal diberdayakan, jika memang  PT. PHE Randugunting ini beroprasi. Sebab saat ini masih baru persiapan,” ujarnya kepada awak media Kamis (07/10/2016) malam.

Ia katakan, untuk pekerjaan ini dimulai dari persiapan pada tanggal 16 Agustus 2016, mobilisasi alat berat pada 15 Oktober 2016, pengeboran pada 15 November 2016 dan penelitian hasil pengeboran sekitar 24 Desember 2016.

Menurutnya, batas akhir masa eksplorasi di Desa Krikilan yang menelan anggaran sekitar 4 Juta US Dolar itu adalah 8 Agustus 2017 dan jika hasil eksplorasi tidak memuaskan maka eksplorasi diwilayah randugunting akan dihentikan.

Katanya, dipilihnya Desa Krikilan untuk pengeboran eksplorasi dikarenakan pada tahun 1996 pertamina pernah membuktikan keberadaan gas bumi diwilayah tersebut melalui pengeboran sumur randugunting (RGT-1) yang terletak tidak jauh dari lokasi pengeboran RGT-2. “Namun demikian, untuk memastikan keberadaan lebih lanjut atas cadangan potensi gas bumi tersebut, maka diperlukan konfirmasi ulang agar potensi migas didaerah ini dapat dikembangkan lebih lanjut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →