Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Disdik Rembang Imbau Pihak Sekolah Tidak Pungut Iuran yang Bebani orang Tua Siswa



Reporter:    /  @ 08:05:03  /  7 Oktober 2016

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rembang mengimbau kepada pihak sekolah, khususnya sekolah negeri, agar tidak melakukan pungutan yang justru memberatkan orang tua siswa.

Disdik meminta, agar pihak sekolah bisa belajar dengan adanya polemik yang terjadi di SDN Padaran yang bermula dari iuran untuk keperluan kurban. Disebut-sebut, kepala SDN Padaran telah menyimpangkan arah iuran untuk kurban dari siswa.

Iuran dari masing-masing siswa sebesar Rp 35 ribu tersebut, bukannya dipakai untuk membeli hewan kurban sebagai bentuk memberi pembelajaran bagi anak, melainkan dibelikan daging cincangan. Kepala sekolah juga dituding soal lain, yaitu potongan bantuan siswa miskin.

Mardi, Kepala Bidang Pendidikan dan Tenga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, mengatakan, dengan adanya kasus yang terjadi di SDN Padaran Rembang tersebut, menjadi sebuah preseden buruk bagi dunia pendidikan. Sebab, sekolah negeri tidak diperkenankan untuk melakukan pungutan apalagi tanpa sepengetahuan komite atau persetujuan orang tua siswa.

“Sekolah negeri itu tidak boleh memungut iuran kepada siswa. Kecuali, di situ wali muridnya mampu dan bersedia menyumbang kepada sekolah, baik itu iuran kegiatan sosial  atau lainnya. Akan tetapi bila itu dipaksakan ya jangan,” ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai sekolah yang masih ada melakukan pungutan terhadap siswa untuk keperluan kegiatan, pihaknya akan segera mengkroscek ke lapangan. “Tentunya kalau ada laporan kita juga akan menurunkan tim untuk terjun dan mengkroscek itu. Sebab sekolah negeri kan sudah ada BOS. Sehingga ketika ada kegiatam, pastinya harus dilihat terlebih dahulu. Apakah kegiatan itu ada tupoksinya di dalam anggaran BOS atau tidak. Bila tidak ada ya jangan. Namun bila wali murid bersedia menyumbang atau iuran itu boleh-boleh saja,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →