Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Atlet Difabel Asal Grobogan Ini Bakal Jadi Ikon Peparnas XV di Jabar, Ini Dia Sosoknya



Reporter:    /  @ 20:00:57  /  6 Oktober 2016

    Print       Email
Siti Mahmudah, salah satu atlet difabel dari Grobogan ketika mengikuti Paralimpiade di Brasil beberapa waktu lalu. Siti Mahmudah nantinya bakal menjadi ikon Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Jabar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siti Mahmudah, salah satu atlet difabel dari Grobogan ketika mengikuti Paralimpiade di Brasil beberapa waktu lalu. Siti Mahmudah nantinya bakal menjadi ikon Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Jabar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Satu kehormatan bakal didapat Siti Mahmudah, salah satu atlet difabel dari Grobogan dalam ajang Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV yang bakal dihelat di Bandung, Jawa Barat, pada Oktober mendatang. Atlet angkat berat itu bakal jadi ikon Peparnas yang bertindak sebagai motivator bagi para penyandang difabel.

Untuk keperluan itu, Siti nantinya akan jadi bintang dalam sebuah video klip yang dibikin pihak panitia. Dalam video itu, secara singkat mengisahkan perjalanan hidupnya menekuni olahraga angkat berat hingga berhasil jadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil, bulan September lalu.

“Beberapa hari lalu, saya sudah melakukan syuting di tempat pemusatan latihan. Pengambilan gambar ini cukup banyak dan berlangsung hingga tengah malam. Terus terang saya merasa bangga bisa mendapat kehormatan ini,” kata Siti ketika dijenguk Kasi Pembinaan Olahraga Disporabudpar Grobogan Eko Priyono di tempat latihannya di Solo, Rabu (05/10/2016).

Disinggung soal pengalamannya mengikuti Paralimpiade di Brasil, perempuan kelahiran 1 Februari 1990 itu menyatakan sangat senang bisa dapat kesempatan istimewa tersebut. Sebab, dengan ikut Paralimpiade dia bisa berkenalan dan bertatap muka dengan para juara dari seluruh penjuru dunia.

“Sayang sekali, saya tidak berhasil meraih medali karena hanya menempati peringkat kelima. Perjalanan jauh dan lama naik pesawat dari Indonesia ke Brasil menyebabkan kondisi saya menurun sesampai di sana. Jadi, saya tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik ketika bertanding,” kata atlet angkat berat kelas 79 kg itu.

Sementara itu, Eko Priyono juga merasa bangga dengan terpilihnya Siti jadi ikon Peparnas yang akan digelar mulai 15-24 Oktober mendatang itu. Menurut Eko, terpilihnya Siti sebagai motivator itu memang dinilai sangat pantas.

Sebab, sejauh ini, sudah banyak sekali prestasi yang diraih atlet asal Desa Karangrejo, Kecamatan Gabus tersebut. Termasuk keberhasilan Siti memecahkan rekor ASEAN Paragames (APG) VI yang dilangsungkan di Gedung Wanita Solo, Jawa Tengah tahun 2011 lalu yang masih bertahan sampai saat ini.

“Saya rasa, Siti Mahmudah memang layak dijadikan teladan. Perjuangan dan perjalanannya meraih prestasi selama ini tidak mudah didapat dan dilalui dengan kerja keras,” katanya.

Menurut Eko, dalam ajang Peparnas nanti, ada lima atlet yang berasal dari Grobogan. Masing-masing, Sutrisno yang akan berlaga di cabor panahan, Supriyono (atletik), Gunari (balap kursi roda), dan Edi Nuryanto (tenis meja). Satu nama lagi adalah atlet andalan, Siti Mahmudah yang akan turun di cabor angkat berat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →