Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini
MENGUAK BISNIS ESEK-ESEK DI PATI

Inilah Sebaran Tempat Prostitusi di Pati



Reporter:    /  @ 19:00:45  /  6 Oktober 2016

    Print       Email
 Suasana kawasan lokaliasi Lorong Indah (LI) pada malam hari di Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana kawasan lokaliasi Lorong Indah (LI) pada malam hari di Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pati merilis, ada lima tempat lokalisasi yang ada di Kabupaten Pati. Kelima tempat tersebut tersebar di jalur pantai utara (Pantura) Jawa Kabupaten Pati.

Pada bagian barat Pantura Pati, ada tiga tempat di Kecamatan Margorejo, yaitu Lorong Indah (LI), Kampung Baru, dan kompleks Pasar Hewan Wage. Pada bagian timur pantura Pati, dua lokalisasi berada di Karangrejo Juwana dan Batursari Batangan.

Sementara itu, rumah esek-esek yang tersebar di berbagai tempat di Kabupaten Pati tidak terlokalisir, membaur dengan perkampungan warga. Salah satunya, Desa Sambiroto, Waturoyo Margoyoso, dan Gabus. Beberapa rumah esek-esek lainnya dinyatakan sudah tutup.

“Tempat lokalisasi di Pati tidak ada yang resmi. Yang namanya resmi itu diakui pemerintah. Tapi, tempat-tempat lokalisasi itu sudah terlokalisir dengan baik, jauh dari perkampungan. Di LI, izinnya adalah warung,” ungkap sumber MuriaNewsCom yang enggan disebut namanya, Kamis (06/10/2016).

Menurutnya, pendirian rumah esek-esek disebabkan adanya peluang, kesempatan, dan faktor ekonomi. Penghasilan dari bisnis rumah esek-esek yang cukup menggiurkan menjadi salah satu motif bagi mereka untuk membuat “rumah setan” tersebut, kendati sudah ada lima lokalisasi di Pati.

Hal itu dibenarkan Camat Margoyoso, Suhartono yang wilayahnya terdapat banyak rumah esek-esek. Pendirian rumah esek-esek tidak dibenarkan dalam aturan apa pun. Mereka hanya membuat warung kecil-kecilan, ada peluang untuk meraup keuntungan lebih banyak hingga akhirnya ada pengunjung yang menggunakan jasa short time tersebut.

Dia juga kerapkali menindak pemilik rumah dengan persuasif, yaitu membuat surat pernyataan dengan tanda tangan yang dibubuhi materai. Namun, sebagian dari mereka bandel, sehingga penegakan sepenuhnya diserahkan kepada polisi.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Ssst….! Rumah Dinas Wabup Grobogan Mulai Dibenahi, Siapa yang Bakal Menempati?

Selengkapnya →