Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Seniman Jepara Protes Menjamurnya Pabrik Lewat Kaus



Reporter:    /  @ 12:17:29  /  6 Oktober 2016

    Print       Email
kaos

Salah satu pegiat seni Jepara memperlihatkan kaus berisi protes atas berdirinya sejumlah pabrik di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Mulai menjamurnya industri pabrik di beberapa wilayah di Kabupaten Jepara ternyata mendapatkan protes keras dari para pegiat seni di Kota Ukir. Sejumlah seniman di Jepara membuat kaus berisi gambar dan tulisan yang menyindir keras kondisi tersebut.

Kaus tersebut berwarna biru tua dan hitam, dengan gambar dan tulisan berwarna putih. Gambarnya berupa Tugu Kartini dengan mulut patung Kartini ditutupi kain, serta tulisan di bawah gambar tersebut berbunyi Jepara Mempesona Pabriknya!!!!.

Tidak hanya itu, di sisi belakang kaos bertuliskan Habis Tanah Terbitlah Pabrik. Kalimat itu merupakan pelesetan dari kalimat yang cukup terkenal dari pahlawan nasional RA Kartini yakni Habis Gelap Terbitlah Terang.

“Kaus ini dibuat cukup banyak. Ini merupakan ide dari para pegiat seni di Jepara. Ini bentuk keprihatinan kami yang melihat kondisi Jepara saat ini setelah ada banyak pabrik,” ujar  pegiat seni Jepara, Taufik didampingi Rhobi Shani kepada MuriaNewsCom, Kamis (6/10/2016).

Menurutnya, setelah berdiri sejumlah pabrik, terjadi pergeseran budaya dan sosial yang ada dalam masyarakat sekitar. Ia mencontohkan, sebelumnya ada batasan bagi perempuan saat keluar malam. Namun, setelah ada tempat kos karyawati, banyak dari mereka yang keluar malam.

“Terjadi pergeseran sosial di sini. Saat malam hari banyak ditemui perempuan bahkan di antaranya juga banyak yang berpakaian tidak sopan. Keluar malam hanya menggunakan baju tidur,” terangnya.

Selain itu, dengan berdirinya banyak pabrik tersebut membuat lahan pertanian semakin berkurang. Tidak hanya lahan yang didirikan pabrik, tetapi lahan di sekitar pabrik juga berubah wajah dengan berdirinya sejumlah toko, perumahan dan tempat kos.

“Belum lagi soal ancaman eksistensi ukir di Jepara. Selama ini Jepara dikenal sebagai Kota Ukir, tetapi regenasi pengukir semakin habis apalagi dengan berdirinya industri pabrik ini, semakin mengancam ukir di Jepara,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan aksi lanjutan. Namun ia enggan menyebutkan aksi lanjutan tersebut. Itu dilakukan agar menjadi perhatian serius bagi pejabat dan calon kepala daerah nantinya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →