Loading...
You are here:  Home  >  Editorial  >  Artikel ini

Video Porno Menyerang dari Semua Lini



Reporter:    /  @ 10:07:40  /  6 Oktober 2016

    Print       Email
Ali Muntoha muntohafadhil@gmail.com

Ali Muntoha
[email protected]

GEGER videotron di Jakarta yang menayangkan video porno membuat mata publik terbelalak. Bagaimana cerobohnya pengelola videotron, hingga menayangkan adegan syur di tempat publik, yang siapa saja bisa menyaksikan. Padahal yang lewat di jalan itu tak hanya orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak.

Hal ini memang sangat disayangkan, apalagi video porno itu diputar dalam durasi yang cukup panjang, hingga lima menit. Netizen pun langsung ramai memostingnya di media sosial. Tak hanya sekadar foto tampilan videotron itu, tapi juga video yang memperlihatkan dengan jelas adegan-adegan dewasa dalam videotron.

Berbicara masalah video porno, peredaran video dewasa ini sudah menjadi ancaman serius. Video porno beredar dengan mudahnya masuk ke dalam semua lini, hingga akhirnya dikonsumsi anak-anak. Lihat saja di media sosial seperti Facebook, yang setiap hari dibanjiri video-video porno.

Memang peredaran pornografi ini semakin menjadi-jadi, seiring berkembangnya teknologi informasi. Saat ini anak bau kencur mana yang tak pegang gadget. Rata-rata gadget itu sudah tersambung internet, karena banyak orang tua yang mencoba menyenangkan anaknya melalui konten-konten video di Youtube.

Pelajar mana saat ini yang tak pegang smartphone? Mereka setiap hari asyik memposting sesuatu di dinding media sosialnya. Tak ada kontrol yang jelas dan tegas, sehingga para bocah-bocah bau kencur ini bisa dengan bebas mengakses adegan-adegan porno melalui internet.

Berbagai macam aplikasi oleh para ABG labil juga sering disalahgunakan. Sebut saja seperti aplikasi karaoke Smule atau Bigo, yang kerap digunakan untuk eksibionis bertelanjang dan berbuat tak senonoh, dengan disaksikan ribuan pasang mata yang tengah online.

Banyaknya serangan video porno dari media digital ini pun berbuntut panjang. Angka kenakalan remaja meningkat, seks bebas, hingga akhirnya sering muncul kejadian hamil di luar nikah. Alhasil Pengadilan Agama di berbagai daerah harus kebanjiran permintaan dispensasi nikah.

Lihat saja di Kabupaten Jepara, dari Januari hingga September 2016 ini, sudah ada 90 permohonan dispensasi yang diajukan. Sebagian besar dari mereka yang mengajukan dispensasi nikah justru baru berumur 14 tahun, atau masih duduk di bangku SMP. Alasanya, tak jauh-jauh dari gadget. Pengadilan Agama Jepara mau tidak mau harus mengabulkan dispensasi itu, karena sang calon mempelai perempuan sudah hamil.

Analisa dari PA Jepara menyebut, banyaknya anak bau kencur yang berhubungan badan di luar nikah, lantaran terpengaruh konten-konten porno yang bisa mereka akses dengan mudah melalui handphone.

Dari media sosial, juga banyak gadis-gadis muda yang terpikat dengan lawan jenisnya. Meski baru kenal melalui dunia maya, tak sedikit dari mereka yang akhirnya merelakan kegadisannya. Bahkan ada di antaranya yang mau saja diajak kabur.

Di Rembang beberapa waktu lalu, ada seorang gadis SMP yang dibawa kabur seorang pemuda berusia 26 tahun. Selama beberapa hari, ia gadis belia itu telah beberapa kali diajak berhubungan badan layaknya suami istri. Ia disembunyikan di gudang bekas kantin kawasan SPBU di Tuban, agar tidak ketahuan orang tua si gadis.

Kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Dibutuhkan peran dari semua pihak untuk menekan dan menghentikan peredaran video-video tak senonoh itu. Kementerian Komunikasi dan Informatika harus lebih galak lagi mengawasi konten-konten porno. Karena pembersihan website-website pornografi yang dilakukan tak begitu efektif. Buktinya setelah beberapa website ditutup, lain hari bermunculan website-website baru.

Selain itu yang lebih penting adalah peran orang tua, untuk lebih bijak dalam memberikan gawai (gadget) kepada anak-anaknya. Orang tua juga harus berperan aktif melakukan pengawasan dan kotnrol, sehingga tak memberikan kebebasan yang ujungnya kebablasan. Para remaja juga harus terus diberi sosialisasi dan pemahaman tentang bijak menggunakan internet, sehingga akan menggunakan media maya itu hanya untuk kegiatan-kegiatan positif saja. (*)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →