Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Cuaca Tak Menentu, Nelayan Jepara Diminta Lebih Waspada



Reporter:    /  @ 12:13:52  /  5 Oktober 2016

    Print       Email
Nelayan Jepara menyandarkan kapalnya di tepi dermaga di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Nelayan Jepara menyandarkan kapalnya di tepi dermaga di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Beberapa hari terakhir cuaca di wilayah Kabupaten Jepara termasuk di perairan laut Jepara mulai tidak menentu. Gelombang air laut tinggi disertai angin kencang kerap melanda wilayah tersebut. Untuk itu, nelayan di Kabupaten Jepara diminta agar lebih waspada terhadap cuaca buruk yang bisa datang sewaktu-waktu.

Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Himpinan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Jepara Sudiyatno. Menurutnya, cuaca di wilayah Jepara saat ini sering tidak menentu. Untuk itu, para nelayan diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati.

“Nelayan harus lebih waspada pada situasi cuaca seperti ini. Harus juga pandai mencari celah kapan kondisi memungkinkan untuk mencari ikan dan kapan tidak. Kalau cuaca tidak baik, jangan memaksa untuk berangkat melaut,” ujar Sudiyatno, Rabu (5/10/2016).

Lebih lanjut ia mengemukakan, pihaknya sampai saat ini masih meyakini kalau nelayan Jepara sudah bisa memilah waktu kapan berangkat dan tidak, dengan melihat tanda alam. Kendati begitu, imbauan untuk lebih waspada tetap harus selalu disampaikan.

Guna menghadapi musim cuaca buruk, dan nelayan tidak bisa melaut hingga berminggu-minggu, pihaknya telah meminta pemerintah Kabupaten Jepara untuk memberikan keterampilan kerja kepada nelayan. Sehingga, saat nelayan tidak bisa melaut, masih bisa bekerja di sektor lain. “Selama ini sudah ada, tapi masih terbatas hanya pelatihan keterampilan mesin,” katanya.

Selain membekali nelayan dengan keterampilan, saat musim angin dan gelombang, pemerintah diminta untuk mengucurkan bantuan pangan. Terutama beras. Serta, memberikan pelatihan keterampilan kerja bagi para istri nelayan. “Kalau untuk ibu-ibu, biasanya pelatihan pengolahan ikan,” ucap Sudiyatno.

Ia menambahkan, meski kondisi cuaca tak menentu, hasil tangkapan ikan nelayan Jepara justru mengalami peningkatan. Pada Agustus, tangkapan ikan nelayan Jepara hanya 250 ton. Pada September meningkat menjadi 280 ton. “Dengan kondisi seperti saat ini, hasil tangkapan didominasi ikan tongkol. Jenis ikan yang satu ini banyak muncul saat pergantian musim,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →