Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Begini Kondisi Terbaru Ruang Terbuka Hijau Purwodadi



Reporter:    /  @ 21:39:36  /  5 Oktober 2016

    Print       Email
Sejumlah pelajar sedang mengunjungi lokasi ruang terbuka hijau Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pelajar sedang mengunjungi lokasi ruang terbuka hijau Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Proses pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) atau kawasan taman kota di Jl Dr Soetomo Purwodadi akhirnya berakhir hari ini, Selasa (04/10/2016). Dibandingkan beberapa bulan lalu, kondisinya sekarang sudah jauh berubah.

Berbagai fasilitas yang berada di situ sudah semakin lengkap. Seperti tempat bermain, olahraga serta bersantai. Demikian juga, aneka tanaman penghijauan di situ juga diperbanyak.

Saat pembangunan RTH itu, masih dalam proses, sudah banyak warga yang melakukan aktivitas di situ. Tidak hanya siang hari saja, bahkan pada malam hari pun tempat itu cukup ramai. Sudah banyaknya lampu penerangan menyebabkan tempat itu terlihat terang pada malam hari.

“Ada banyak lampu penerangan yang kita pasang di sini. Semua lampu penerangannya pakai tenaga surya dan menyala otomatis saat cuaca gelap. Jadi, kalau malam hari suasana disini terang benderang,” jelas Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo.

Dijelaskan, progres penataan lingkungan RTH itu dimulai bulan Mei lalu. Dijelaskan, penataan kawasan RTH itu dilanjutkan setelah ada kucuran dana sekitar Rp 5 miliar dari pusat. Tepatnya, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dana tersebut dialokasikan untuk membuat penambahan beberapa sarana publik di lokasi tersebut. Seperti, penataan saluran air, penanaman pohon, jogging area dan beberapa sarana pendukung lainnya.

Pembuatan RTH itu mulai dilakukan pada tahun 2014 lalu setelah mendapat kucuran dana Rp 800 juta melalui dana alokasi khusus (DAK). Kemudian, pada tahun lalu ada kucuran dana lewat APBD Grobogan sebesar Rp 500 juta. Alokasi dana yang diterima itu digunakan untuk pengurukan lahan, pemasangan batako dan penanaman pohon peneduh.

Dia menyatakan, luas lahan untuk RTH itu sekitar 3,2 hektar. Sesuai rencana yang sudah dibuat, pembuatan RTH itu seluruhnya membutuhkan dana Rp 18 miliar. “Jadi, pembangunan RTH secara bertahap masih akan kita lakukan sesuai alokasi anggaran yang kita dapat. Dalam waktu dekat, kita juga akan menata jalan masuk lokasi dan membuat gapura,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →