Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

PT KAI Beri Peringatan Penghuni Bekas Stasiun Purwodadi Agar Meninggalkan Lokasi



Reporter:    /  @ 20:34:55  /  5 Oktober 2016

    Print       Email
Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom membernarkan jika saat ini sudah ada koordinasi dengan PT KAI untuk mengosongkan lahan bekas stasiun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom membernarkan jika saat ini sudah ada koordinasi dengan PT KAI untuk mengosongkan lahan bekas stasiun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Puluhan waga yang sudah cukup lama menempati lahan bekas stasiun Purwodadi diminta untuk meninggalkan lokasi. Hal itu menyusul adanya Surat Peringatan Pertama (SP1) dari PT KAI Daop IV Semarang, Selasa (04/10/2016).

Dalam surat tersebut disebutkan, agar para penghuni segera meninggalkan lokasi kawasan bekas stasiun. Khususnya, lahan yang dulu sempat dipakai untuk koplak dokar.

Batas waktu untuk meninggalkan lokasi tersebut adalah 7 hari setelah diberikan surat tersebut. Bila dalam tujuh hari tersebut tidak dilakukan, warga penghuni kawasan tersebut akan diberi SP kembali untuk kedua kalinya.

Batas waktu yang diberikan juga sama tujuh hari setelah pemberian SP2. Kemudian bila masih tak mau pindah, akan diberi SP3 dengan batas waktu hanya tiga hari saja.

’’Kami imbau para penghuni untuk segera meninggalkan lokasi ini. Kegiatan ini sudah kami koordinasikan dengan Pemkab Grobogan,’’ kata Galih Pramudya, supervisor wilayah 4.4 Stasiun Ngrombo.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom ketika dimintai komentarnya membenarkan jika sudah ada koordinasi dengan PT KAI untuk mengosongkan kawasan tersebut. Sebab, selama ini, sebagian kawasan itu ditengarai dipakai untuk kegiatan prostitusi liar.

“Bulan ini akan ada sosialisasi dari PT KAI pada para penghuni. Kemudian, pengosongan dan pembongkaran lahan akan dilakukan bulan berikutnya (November). Langkah ini diambil lantaran seringnya mendapatkan laporan dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga sekitar komplek tersebut,’’ ungkapnya.

Menurut Ayong, setelah dibongkar kawasan tersebut nantinya akan disewa Pemkab Grobogan. Rencananya, di situ akan dibangun pusat jajanan dan makanan khas Grobogan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →