Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Program Premium Dry Baru Akan Dibahas Pemkab Jepara



Reporter:    /  @ 14:28:20  /  5 Oktober 2016

    Print       Email
Sejumlah pembeli BBM jenis premium menggunakan jeriken, beberapa waktu lalu. Mengenai pembatasan kuota BBM jenis premium, Pertamina diminta harus pertimbangkan nasib nelayan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pembeli BBM jenis premium menggunakan jeriken, beberapa waktu lalu. Mengenai pembatasan kuota BBM jenis premium, Pertamina diminta harus pertimbangkan nasib nelayan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Pengelola SPBU di Kabupaten Jepara membuat program pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dengan nama Premium Dry. Program tersebut baru akan dibahas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto mengaku belum paham mengenai program tersebut. Ia mengaku baru akan melakukan pembahasan atau rapat dengan instansi-instansi terkait pada Kamis (6/10/2016) besok di salah satu rumah makan di Jepara.

“Program yang mengarah pada pengurangan BBM jenis premium kami belum mengetahui secara pasti. Kami baru akan ikut melakukan pembahasan dengan lintas sektoral baik dari pertamina, maupun SKPD yang ada,” ujar Eriza, Rabu (5/10/2016).

Menurutnya, program yang mengarah pada pengurangan BBM jenis premium harus mempertimbangkan semua aspek. Terutama dampak ekonomi yang bisa saja terjadi di masyarakat. Sebab, selama ini masih ada masyarakat yang mengandalkan BBM bersubsidi tersebut.

“Mungkin dari pertamina memiliki alasan tertentu, dan sudah mempertimbangkan rencana itu. Tetapi yang harus diperhatikan adalah soal dampak-dampak yang kemungkinan terjadi, meskipun harga BBM nonsubsidi seperti pertalite selisihnya sedikit dibanding jenis premium,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang ESDM pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin mengatakan, pihaknya juga mengaku belum mengetahui secara jelas soal rencana pembatasan kuota BBM bersubsidi itu. Salah satu yang ia soroti juga mengenai pelarangan pembelian menggunakan jeriken.

“Untuk nelayan misalnya, mereka selama ini membeli bahan bakar jenis premium kan juga menggunakan jeriken. Itu nanti bagaimana, saya belum tahu. Yang jelas itu juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan nanti,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →