Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ratusan Warga Pati Ikuti Seminar Kebangsaan



Reporter:    /  @ 12:22:58  /  5 Oktober 2016

    Print       Email
Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyanto memaparkan materi dalam seminar kebangsaan di Aula Makodim 0718/Pati, Selasa (04/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyanto memaparkan materi dalam seminar kebangsaan di Aula Makodim 0718/Pati, Selasa (04/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan warga Pati dari berbagai elemen masyarakat mengikuti seminar kebangsaan bertajuk “Membangun Nasionalisme di Tengah Masyarakat Plural dalam Menghadapi Tantangan Masyarakat Global” di Aula Markas Kodim 0718/Pati, Selasa (04/10/2016).

Peserta berasal dari pelajar tingkat SMA, mahasiswa, akademisi dari perguruan tinggi di Pati dan Kudus, santri, ormas kepemudaan, pegawai negeri sipil (PNS), guru, hingga tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Indonesia saat ini menghadapi perang proksi di mana ada pihak-pihak yang memecah belah bangsa melalui berbagai cara, mulai dari aliran ideologi yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa, narkoba, dan cara-cara lainnya. Seminar kebangsaan ini diharapkan bisa membekali warga Pati untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme,” ujar Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Kasat Binmas Polres Pati AKP Supriyanto menuturkan, Indonesia saat ini darurat narkoba hingga hampir semua instansi dimasuki. Hal itu yang merusak generasi bangsa. Karena itu, pihaknya mengajak warga untuk bersama-sama menyatakan perang pada narkoba.

Sementara itu, Sri Kuntoro, guru SMPN 3 Pati yang ikut menjadi peserta mengatakan, guru punya peran sentral untuk memberikan wawasan nasionalisme kepada murid. “Seminar seperti ini bisa memberikan wawasan baru bagaimana kita menyiapkan diri dari serangan berbagai bentuk paham ideologi hingga ekonomi. Hasil seminar akan kami ajarkan kepada murid-murid, karena guru itu wajib memberikan wawasan nasionalisme kepada siswa,” ucap Kuntoro.

Albar Maulana Malik, siswa kelas XI SMK BTB Juwana mengaku cukup kesulitan mencerna materi seminar, kendati ada sejumah materi yang mudah dicerna. Menurutnya, segala paham radikal yang mengajarkan kekerasan atau tindak kejahatan dengan alasan apapun harus dihindari.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →