Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

CSR Perusahaan Dinilai Bermanfaat dalam Mendukung Program Jambanisasi



Reporter:    /  @ 07:08:39  /  4 Oktober 2016

    Print       Email
CSR Perusahaan Dinilai Sangat Membantu Pemerintah dalam Menuntaskan Program Perilaku BAB Sembarangan

CSR Perusahaan Dinilai Sangat Membantu Pemerintah dalam Menuntaskan Program Perilaku BAB Sembarangan

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang terus gencar mensosialisasikan bebas dari perilaku buang air besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Hal tersebut, agar target pemerintah pada 2017 untuk menuntaskan program perilaku buang air besar sembarangan bisa tercapai. “Untuk di Rembang sendiri, saat ini, dari 294 desa dan kelurahan, ada 91 desa yang telah mendeklarasikan bebas dari perilaku BAB sembarangan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i.

Katanya, untuk tahun ini, ada sekitar 85 desa yang akan menyusul diverifikasi kesiapannya dalam mendeklarasikan bebas BAB sembarangan. Sehingga pada 2017 nanti, dirinya yakin jika pada Rembang sudah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Untuk menunjang program tersebut, Pemda Rembang berharap, supaya setiap desa dipastikan sudah menganggarkan program tersebut melalui dana desa. Selain itu, pihak desa juga diperbolehkan untuk melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk mensupport program tersebut.

“Selain melalui dana desa, desa juga bisa bekerjasama dengan perusahaan yang ada. Baik itu melalui CSR perusahaan atau program perusahaan yang dinilai bisa memberikan peran penting terhadap lingkungan atau manfaat bagi warga,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya juga pernah mengungkapkan bahwa saat ini baru ada 91 desa di Rembang yang sudah menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau bebas BABS. Sehingga saat ini masih kurang 203 desa dan kelurahan yang harus segera mendeklarasikan diri sebagai desa ODF.

Dia menambahkan, tantangan terberat dalam mensukseskan Rembang sebagai kabupaten ODF pada 2017 berada di wilayah pantai. “Sebab Rembang memiliki panjang pantai lebih dari 62 kilometer yang masyarakatnya masih banyak yang memiliki budaya BABS,” imbuhnya.

Sementara itu, Sumarni, salah seorang warga Rembang dari Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, yang mendapatkan bantuan WC dari PT. Semen Indonesia mengatakan, sumbangan WC dinilai sangat bermanfaat.”Karena sebelum ada WC kita sekeluarga buang air besar di bawah pohon pisang. Selain itu, terkadang juga baunya bisa sampai rumah ketika ada angin bertiup,” tambahnya.

 Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →