Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Jumlah PNS di Jepara Berkurang Setiap Bulannya, Ada Apa?



Reporter:    /  @ 19:00:03  /  3 Oktober 2016

    Print       Email
Belasan PNS yang pensiun di awal Oktober 2016 ini menghadap ke Bupati Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Belasan PNS yang pensiun di awal Oktober 2016 ini menghadap ke Bupati Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Hampir setiap bulan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus berkurang jumlahnya karena purnatugas. Jika bulan September 2016 lalu tercatat sebanyak 28 PNS di lingkungan Pemkab Jepara memasuki masa purnatugas. Maka terhitung di awal Oktober 2016 ini ada 15 PNS di lingkungan Pemkab Jepara kembali memasuki purnatugas.

Mereka yang purnatugas tersebut diundang di Ruang Kerja Bupati Jepara oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara untuk menerima surat keputusan (SK) Pensiun dan realisasi dana klaim otomatis. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi didampingi Asisiten III selaku Plh Kepala BKD, Muhammad Fadkurrozi, Kepala BPD serta DPPKAD serta Kepala Dinas/Instansi terkait.

“Ada pertemuan pasti ada pula perpisahan, termasuk masa pensiun dari tugas kerja sebagai PNS. Terimalah semuanya dengan senang dan keikhlasan hati. Karena pada hakekatnya semua adalah hak Allah SWT dalam memberikan dan menolak  sesuatu kepada umat atau ciptaannya,” kara Marzuqi kepada 15 PNS yang pensiun, Senin (3/10/2016).

Namun demikian, lanjut Marzuqi,  pensiun sebagai PNS bukan berarti berhenti dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Karena sebenarnya pengabdian dan kebaikan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Untuk itu sangat diharapkan PNS yang memasuki purna tugas tetap dapat melanjutkan perjuangan di masyarakat untuk kebaikan keluarga maupun masyarakat pada umumnya.

“Sebab, kita sangat meyakini dan mengamini bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ucapnya.

Khusus penerimaan uang taspen yang jumlahnya cukup banyak. Diharapkan dapat memanfaatkan dan menggunakannya dengan baik dan produktif. Ia berpesan, jangan sampai hanya untuk berfoya-foya, kebutuhan pokok harus lebih diperhatikan dari pada kebutuhan sekunder. Apalagi jika dapat memanfaatkannya sebagai modal usaha dan lainnya. Sehingga dana tersebut benar-benar bermanfaat, berkembang dan barokah.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →