Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

10 Guru PNS Keluyuran di Jepara Ditangkap Satpol PP



Reporter:    /  @ 16:15:16  /  3 Oktober 2016

    Print       Email
Satpol PP Jepara meminta kepada guru PNS yang terjaring razia membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Satpol PP Jepara meminta kepada guru PNS yang terjaring razia membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Sedikitnya 10 guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjaring razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara, Senin (3/10/2016). Mereka terjaring saat keluyuran pada jam kerja di sejumlah tempat perbelanjaan tanpa mengantongi surat tugas dari pihak sekolah.

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa mengatakan, sebagai guru berstatus aparatur sipil negera (ASN), semestinya berada di sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Tapi tidak bagi mereka yang terjaring razia. Mereka meninggalkan jam pelajaran lalu berbelanja di sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan tanpa mengantongi surat tugas dari sekolah.

“Razia kali ini digelar berdasarkan keluhan yang disampaikan masyarakat. Masyarakat mengeluhkan sikap ASN yang sering keluyuran di saat jam kerja. Lalu hari ini kami lakukan razia dan hasilnya memang benar, kami mendapati 10 ASN yang sedang berbelanja di pasar dan toko-toko saat jam kerja,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, usai menggelar razia, Senin (3/10/2016).

Menurutnya, 10 ASN yang terjaring razia semuanya guru. Bahkan ada yang menyandang pangkat kepala sekolah. Mereka meninggalkan jam pelajaran tanpa mengantongi surat tugas dari sekolah masing-masing.

“Aturannya sudah jelas, tidak boleh meninggalkan jam kerja. Kalau memang keluar, harus membawa surat tugas,” kata Trisno.

Saat ditanya, beragam alasan disampaikan para ASN yang terjaring razia. Itu seperti, mengambil gaji pegawai sampai membeli barang-barang keperluan sekolah. “Yang terjaring semuanya guru, mulai dari jenjang SD sampai SMA. Ada juga yang staf tata usaha,” terang Trisno.

Ia menambahkan, untuk memberi efek jera, ASN yang terjaring razia diberi pembinaan. Serta diminta untuk mengisi surat pernyataan yang berisi tidak mengulangi kesalahan dan bersedia diberi sanksi jika kembali terjaring razia.

Mereka yang terjaring yakni Kusrini, Mulyono, Puji Astutik, Sulistianingsih, Sulistyaningsih, Sri Yulaekah, Masnah, Kusmiyati, Endah Retnowati, dan Endang Wiwin Heryani. Lima ASN itu terjaring razia di Saudara Swalayan dan lima lainnya saat berbelanja di Pasar Jepara Satu (Pasar Ratu). Razia dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB, sesaat sebelum jam istirahat kantor.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →