Loading...
You are here:  Home  >  Editorial  >  Artikel ini

Menyadarkan si Wajib Pajak yang Membandel



   /  @ 11:08:46  /  3 Oktober 2016

    Print       Email
Akrom Hazami red_abc_cba@yahoo.com

Akrom Hazami
[email protected]

DATA di MuriaNewsCom, (1/10/2016) menunjukkan, deklarasi harta kekayaan wajib pajak dari program pengampunan pajak (Tax Amnesty) mencapai Rp 1,1 triliun, di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara. Sedangkan total data saat itu yang sudah masuk Rp 23,8 miliar. Angka tersebut masih bisa bertambah, pascaditutupnya program, 30 September 2016. Mengingat, belum semua data terhitung.

Semuanya itu berasal dari wajib pajak Jepara yang peduli. Tak tanggung-tanggung, pihak yang memanfaatkannya sekitar 800 wajib pajak. Mereka, sebagian besar merupakan pengusaha mebel. Baik kelas menengah hingga eksportir kelas wahid. Sedangkan data yang dicatat KPP Jepara, industri rokok merupakan penyumbang angka paling besar.

Di program Tax Amnesty, semua pihak bisa memanfaatkannya. Baik itu Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, Wajib Pajak yang bergerak di bidang UMKM, Orang Pribadi, atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak.

Di program itu, wajib pajak dimanjakan dengan mendapatkan penghapusan pajak yang seharusnya terhutang, dan negara akan mendapatkan keuntungan dari penerima dana-dana baru, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Selain mendapatkan penghapusan pajak yang seharusnya terhutang, di program itu wajib pajak juga akan mendapatkan penghapusan sanksi administrasi perpajakan.

Tax Amnesty juga menyebabkan penghentian proses pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan. Maka bagi wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajibannya tapi tidak mengikuti program amnesti pajak, jelas akan menerima sanksi. Seperti akan dikenakan denda pajak 200 persen. Termasuk, harta yang belum dilaporkan dianggap sebagai penghasilan, maka akan dikenai pajak dan ditambah sanksi, sesuai Undang-Undang Perpajakan.

Tentu program ini amat membantu mereka yang selama ini belum menunaikan pajak secara benar. Bukankah, warga yang bijak adalah mereka yang taat pajak. Jadi, sudah seharusnya wajib pajak memanfaatkannya.

Sejauh ini langkah pemerintah mensosialisasikan sudah massif. Baik di tingkat pusat, sampai daerah telah melakukan sosialisasi intensif. Namun hasilnya, masih saja ada kalangan masyarakat yang belum memanfaatkannya.

Rencananya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan memaksimalkan program di periode kedua, yang berlangsung 1 Oktober 2016-31 Desember 2016. Di antaranya dengan mensosialisasikan program secara gila-gilaan. Khususnya,  pengusaha UMKM. Mengingat periode II, pengusaha UMKM adalah fokus utama pemerintah.

Kini yang jadi pertanyaan, apakah wajib pajak ini telah menerima sosialisasi dengan baik, atau memang bandel. Jika faktor terakhir yang mendominasi, maka jelas ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Harus ada upaya ampuh nan elegan untuk segera dilakukan.

Berbagai upaya jemput bola pun seyogyanya ditempuh. Mungkin juga, DJP memberikan kemudahan yang memikat, agar menjadi senjata untuk menyadarkan si wajib pajak yang bandel. Silakan saja asal tidak membebani (*)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →