Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Demi Sejarah, Kirab Tebokan Kaliputu Tak Pernah Berubah dari Dulu



Reporter:    /  @ 18:10:18  /  2 Oktober 2016

    Print       Email
kudus-kirab-tebokan-e

Salah satu peserta Kirab Tebokan, yang dilaksanakan warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, dalam memperingati Tahun Baru Hijriyah, pada Minggu (2/10/2016). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyak cara yang dilakukan masyarakat dalam memperingati tahun baru Islam. Di antaranya adalah dengan cara bersedekah, berdoa, hingga menggelar kirab atau karnaval, sebagaimana yang dilakukan masyarakat Desa Kaliputu, Kecamatan, Kota.

Peringatan tahun baru ini, digelar dengan menampilkan Kirab Tebokan, Minggu (2/10/2016). Ini adalah acara tahunan dari desa tersebut, yang dilaksanakan sebagai salah satu wujud rasa syukur menyambut tahun baru.

Bejo, seorang warga Kaliputu mengutarakan, Kirab Tebokan memang selalu digelar atau berlangsung secara rutin. Kirab tersebut digagas sebagai rasa syukur dalam menghadapi tahun baru Islam.

”Sudah dari dulu seperti ini. Sejak pendahulu kita. Jadi kita tidak berani untuk merubahnya. Dan hingga kini tiap Satu Suro pasti menggelar kegiatan semacam ini,” kata Bejo, kepada MuriaNewsCom.

Kegiatan yang sudah berlangsung lama tersebut, sengaja dibuat berbeda. Setidaknya selama beberapa tahun terakhir, selalu diramaikan berbagai hiburan lain, bahkan dikonsep semakin besar dari tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, tahun baru Islam dipilih bukanlah tanpa sebab. Sebab selain sudah menjadi rutinitas, hari itu juga menjadi awal tahun. Dan diharapkan selama setahun ke depan, rejeki masyarakat di Kaliputu tetap lancar. ”Bahkan semakin banyak,” jelasnya.

Bejo mengatakan, dalam kegiatan kirab yang dilakukan selama ini, juga merupakan bentuk sedekah dari warga di sana. Yakni antara satu warga dengan warga lainnya, saling membagikan jajanannya. Hal itu juga menunjukkan tali silahturrahmi erat di antara warga.

”Seperti tahun sebelumnya, tahun ini juga sangat banyak penonton. Bahkan masyarakat juga mempersiapkan secara khusus untuk memeriahkan kirab ini,” ungkapnya.

Kirab sendiri, memang dilakukan di jalur Desa Kaliputu, tepatnya di Jalan Sosrokartono. Untuk beberapa saat, jalan itu ditutup bagi kendaraan yang melaluinya, karena digunakan peserta pawai.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →