Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Bercita Rasa Khas, Kopi Muria Layak Dipromosikan



Reporter:    /  @ 17:05:09  /  2 Oktober 2016

    Print       Email
kudus-ngopi-lagiii-e

Kopi Muria Wilhemina asal Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, yang menjadi kopi khas daerah Pegunungan Muria. Kopi ini sedang naik daun, di kalangan pecinta kopi karena rasanya yang khas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Even ”Semarak Kopi Kudus” yang beragendakan ngopi bareng warga di ajang car free day (CFD), di Jalan Ramelan, Minggu (2/10/2016), juga memiliki tujuan lain, selain peringatan Hari Kopi Internasional dan HUT ke 467 Kudus.

Salah satu tujuannya adalah mengenalkan kopi Muria Colo, sebagai salah satu kopi yang patut untuk dinikmati. Di mana selama ini, kekhasan kopi di wilayah itu, belum begitu banyak dirasakan masyarakat luas.

Pakar kopi asal Kudus Donni Dolle mengatakan, kopi Muria memiliki cita rasa khas yang berbeda dari daerah lain. Aroma kopi Muria itu wangi, dengan rasa rempah-rempah serta akar-akaran.

”Sekarang ini, sudah banyak yang mengolahnya menjadi kopi bercita rasa khas. Setelah selama ini hanya diolah secara tradisional. Karena itu, kita ingin memperkenalkan lebih dekat kopi Muria ini kepada para pecinta kopi,” terangnya, di sela-sela acara ngopi bareng.

Hal ini dilakukan, untuk membangkitkan antusiasme masyarakat, agar mau mengonsumsi kopi Muria. Apalagi, diselenggarakan di tengah-tengah jalan pada ajang CFD, akan membuat banyak orang semakin penasaran dan datang untuk mencicipi.

”Kopi Muria itu bisa disajikan dengan berbagai teknik modern. Ada dengan teknik gentong, V60, siphon, turkies, dan lain sebagainya. Sehingga kopi Muria akan bisa tampil dengan sesuatu yang berbeda,” tuturnya.

Selama ini, pihaknya memang bekerjasama dengan petani setempat, untuk mengembangkan kopi Muria. Contohnya adalah Kopi Muria Wilhemina, yang menjadi salah satu merek kopi khas Colo, yang memiliki ciri khas berbeda.

Kopi ini, juga diperkenalkan pada even tersebut. Banyak yang tertarik untuk membeli kopi itu. Misalnya saja Budi, yang merupakan pecinta kopi. ”Saya membeli kopi ini, karena ingin lebih mengeksplorasi kopi Muria ini. Selama ini kan, masih cenderung menikmati kopi-kopi asal Aceh, Lampung, atau daerah-daerah lain di Indonesia. Kali ini, saya ingin mengenal kopi Muria dengan lebih maksimal,” terangnya.

Ajang ngopi bareng ini, memang terbukti sukses. Pasalnya, kopi yang disediakan panitia, sampai habis dinikmati mereka yang datang. Mereka juga menikmati hiburan yang ada, seperti perform dari band Rusted Strings, maupun lukisan kopi karya seniman Kudus, Mamik.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →