Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

FSH Unisnu Jadi Rujukan di Bidang Ilmu Falak



Reporter:    /  @ 15:15:21  /  2 Oktober 2016

    Print       Email
jepara-hisab-e

Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Jepara mengamati hilal dalam penentuan tahun baru Hijriyah, di Pantai Bandengan, Sabtu (1/10/2016). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Di saat ilmu falak atau astronomi Islam sudah dianggap kurang popular di masyarakat karena dianggap sulit, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara justru semakin mendalami dan melestarikannya.

Ilmu falak merupakan ilmu yang sangat penting bagi umat Islam, kerena berkaitan erat dengan proses ibadah serta hari-hari besar Islam. Seperti penentuan arah kiblat, waktu salat, penanggalan, dan masih banyak lagi.

Salah satu upaya pelestarian ilmu falak yang dilakukan FSH Unisnu adalah dengan rutin melakukan pengamatan awal bulan. Seperti yang dilaksanakan pada Sabtu (1/10/2016), dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah.

Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Jepara bekerjasama dengan Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, melakukan rukyah al-hilal untuk menentukan awal tahun Hijriyah 1438, di Pantai Tirto Samudro Bandengan.

Acara rukyah ini diikuti oleh mahasiswa Unisnu Jepara, mahasiswa IAIN Surakarta yang berjumlah 95 mahasiswa, serta dosen pembimbing untuk memberikan arahan.

Sebelum pengamatan, dilakukan pemaparan materi rukyah yang disampaikan Fadlali dan Syaiful Mujab, dosen ilmu falak STAIN Kudus. Dalam pemaparannya, Saiful Mujab menyebutkan bahwa ketinggian hilal (bulan sabit, red) di Jepara mencapai 3 derajat. ”Sehingga memungkinkan untuk dilakukannya rukyah,” katanya.

Pengamatan di Pantai Bandengan sendiri, dipilih karena selain pemandangan pantainya yang indah, tempat ini juga sesuai untuk dilakukan pengamatan hilal. Antusiasme peserta menjadi bertambah, karena cuaca sedang cerah dan matahari dapat terlihat dengan jelas.

Hanya saja, optimisme mereka akan bisa melihat hilal dengan jelas, berujung pada kenyataan bahwa pada menit-menit tenggelamnya matahari langit sedikit berawan. Sehingga hilal tidak terlihat.

Meskipun hilal tidak dapat terlihat, awal tahun masih dapat ditentukan. ”Karena menurut penghitungan, tinggi hilal sudah mencapai 3 derajat. Maka awal tahun akan tetap berlangsung pada Minggu (2/10/2016),” ungkap Syaiful Mujab.

Ini bukan kali pertama Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu menjadi rujukan untuk melakukan rukyah bersama perguruan tinggi lain. Sebelumnya juga ada mengadakan kegiatan serupa bersama STAIN Ponorogo.

Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Unisnu Mayadina Rahmi Musfiroh dalam sambutannya berharap, kerja sama dalam bidang astronomi seperti ini dapat terus berlangsung. ”Sehingga astronomi Islam dapat terus berkembang dengan baik,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →