Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

2 Desa di Jepara Alami Krisis Air



Reporter:    /  @ 01:34:21  /  1 Oktober 2016

    Print       Email

air-e

MuriaNewsCom, Jepara – Beberapa pekan terakhir sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara kerap diguyur hujan. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mengklaim masih terjadi krisis air di dua desa.

Kedua desa yang diketahui masih terjadi krisis air adalah Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit dan Desa Clering, Kecamatan Donorojo. Khusus Desa Raguklampitan, justru wilayah yang krisis air meluas. Semula hanya puluhan kepala keluarga (KK) di RT 26. Kini meluas ke RT lain.

“Dua pekan terakhir, krisis air bersih merambah keenam RT lainnya. Yakni RT 1, 2, 6, 9, 23 dan 24 yang jaraknya saling berdekatan. Untuk RT 26, kami sudah melakukan droping air sebanyak 20 kali. Sedangkan untuk enam RT lainnya, sudah belasan kali dilakukan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayetno melalui Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jamaludin kepada MuriaNewsCom, Jumat (30/9/2016).

Menurutnya, hujan yang mulai mengguyur wilayah Jepara sejak beberapa pekan terakhir belum membuat Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, terbebas dari krisis air bersih. Bantuan air bersih (droping) masih terus dilakukan, bahkan meluas.

“Sumur-sumur milik warga setempat masih kering. Intensitas hujan belum cukup membuat sumur kembali terisi air. Kemungkinan karena Raguklampitan terletak di wilayah dataran tinggi. Air hujan belum cukup meresap hingga ke sumber air,” jelas Jamal.

Untuk memermudah proses drop air, BPBD meminjamkan beberapa tanki air. Tanki diletakkan secara merata dan tidak terfokus pada satu titik sehingga memudahkan warga yang membutuhkan air bersih.

“Kami akan terus melakukan droping air selama warga masih membutuhkan,” tuturnya.

Jamal mengemukakan, baru-baru ini pihaknya mendapatkan laporan jika Desa Clering juga membutuhkan bantuan air bersih. Tapi secara resmi, pihak desa setempat belum berkirim surat permohonan.

“Jika sudah ada permintaan resmi, maka kami akan lakukan droping air. Tapi karena lokasinya jauh dari depo, maka akan dilakukan dengan menggunakan drum yang diangkut pikap. Air diambil dari sumber air terdekat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →