Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

YPKP Minta Lubang Pembantaian Korban 1965 di Pati Jadi Makam



Reporter:    /  @ 18:30:50  /  30 September 2016

    Print       Email
Seseorang menunjukkan lubang yang diduga sebagai tempat pembantaian korban 1965 di Hutan Regaloh, Tlogowungu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seseorang menunjukkan lubang yang diduga sebagai tempat pembantaian korban 1965 di Hutan Regaloh, Tlogowungu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Yayasan Peneliti Korban Peristiwa (YPKP) 1965, Handoyo Triatmojo meminta agar lubang yang dijadikan pembantaian di Pati menjadi makam yang dirawat dan bisa diziarahi. Hal itu disampaikan Handoyo, Jumat (30/09/2016).

Dari hasil penelitian yang dilakukan, total ada 19 lubang yang diduga dijadikan tempat untuk membantai korban 1965. 11 lubang diduga digunakan untuk mengeksekusi, delapan lubang di antaranya kosong.

Menurutnya, lubang-lubang itu tersebar di berbagai hutan yang ada di Kabupaten Pati. Yakni, Hutan Tlogowungu terdapat dua lubang, Hutan Brati Kayen dengan dua lubang, Alas Barisan Jeglong Jaken dengan sepuluh lubang, Hutan Karet di Kalitelo Dukuhseti dua lubang, Hutan Karet Puncel Dukuhseti satu lubang yang saat ini menjadi tegal ketela, dan kawasan Jolong di Gembong ada dua lubang yang lokasinya terpisah.

“Lokasi itu sangat bersejarah. Mestinya, semua lokasi yang masuk kawasan Perhutani itu dijadikan sebagai makam. Sebab, mereka adalah manusia, bukan hewan yang dibiarkan begitu saja. Upaya ini sudah kami coba usulkan, tapi banyak yang keberatan,” ungkap Handoyo.

Handoyo sendiri pernah menghadap Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi Menko Polhukam. Luhut menjanjikan akan menyelesaikan masalah tersebut secara non yudisial. Persoalan belum diselesaikan, Luhut keburu diganti menjadi Menko Kemaritiman.

“Pati menjadi bagian dari sejarah korban 1965. Mereka ada yang ditangkap untuk diasingkan di Pulau Buru, Nusa Kambangan, dan lainnya. Ada pula yang dieksekusi di sejumlah hutan di Pati. Beberapa ada yang pulang ke Pati dari pengasingan, ada pula yang tidak balik,” ucap Handoyo.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →