Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Antisipasi Banjir, BPBD Grobogan Koordinasi Dengan BBWS Pemali Juwana



Reporter:    /  @ 20:05:15  /  30 September 2016

    Print       Email
Salah satu ruas tanggul Sungai Renggong di Kecamatan Tegowanu sempat jebol beberapa hari lalu dan menyebabkan lahan sawah di dua desa kebanjiran(kanan).(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu ruas tanggul Sungai Renggong di Kecamatan Tegowanu sempat jebol beberapa hari lalu dan menyebabkan lahan sawah di dua desa kebanjiran(kanan).(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Jumat (30/09/2016). Adapun tujuan utamanya untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir akibat meluapnya air sungai.

“Siang tadi, saya baru saja rapat dengan pihak BBWS di Semarang. Agendanya koordinasi bencana banjir,” kata Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono.

Menurut Agus, koordinasi itu diperlukan karena pihaknya tidak punya kewenangan untuk menangani aliran sungai lintas kabupaten. Kewenangan tersebut ada pada BBWS Pemali Juwana Provinsi Jateng.Padahal, di wilayah Grobogan ada beberapa sungai besar yang jadi kewenangan BBWS. Seperti Sungai Lusi, Jragung, Serang, KB 1, Renggong, dan Tuntang.

Agus menyatakan, dari koordinasi itu pihaknya diminta untuk segera membuat laporan jika menemukan sesuatu yang butuh penanganan. Misalnya, adanya tanggul kritis yang butuh penanganan segera supaya tidak jadi penyebab banjir di kemudian hari. “Banjir yang terjadi di Tegowanu tiga hari lalu penyebabnya juga dari tanggul jebol. Saat ini, tanggulnya sudah berhasil diperbaiki,” katanya.

Pascakoordinasi dengan BBWS, pihak BPBD secepatnya akan melakukan langkah monitoring kondisi tanggul di sejumlah sungai besar dengan melibatkan aparat pemerintahan desa sekitar kawasan sungai.

Hal itu dilakukan, karena penyebab banjir selama ini adalah jebolnya tanggul ketika elevasi sungai tersebut melebihi ambang batas. Selain itu, kondisi tekstur tanah di Grobogan yang relatif labil menyebabkan kondisi tanggul yang sebelumnya kering bisa longsor setelah terguyur hujan deras.

Ditambahkan, berdasarkan hasil pendataan, sedikitnya ada sembilan kecamatan yang masuk wilayah rawan bencana  banjir. Yaitu Kecamatan Purwodadi, Ngaringan, Klambu, Brati, Grobogan, Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Godong. Kesembilan kecamatan tersebut rentan banjir karena dilewati sungai besar.

“Curah hujan dalam beberapa hari terakhir memang cukup tinggi dan hal ini harus kita waspadai. Semua peralatan sudah kita siapkan dan petugas juga sudah saya minta siaga penuh,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →