Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Lagi Asyik Main Hujan-hujanan, Bocah di Banjarejo Grobogan Temukan Potongan Tulang Purba di Lapangan Bola



Reporter:    /  @ 18:07:20  /  30 September 2016

    Print       Email
Salah satu bocah di Banjarejo sedang menggali fosil yang ada di lapangan bola menggunakan tangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu bocah di Banjarejo sedang menggali fosil yang ada di lapangan bola menggunakan tangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Keasyikan sejumlah bocah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang sedang main hujan-hujanan di lapangan bola mendadak terhenti. Ini setelah salah satu kaki bocah tersebut tertusuk benda cukup tajam dari dalam tanah.

Setelah digali dengan tanah, benda yang menusuk kaki itu ternyata potongan fosil hewan purba. Benda yang ditemukan ukurannya tidak terlalu besar, panjangnya sekitar 20 cm dan lebar 7 cm. Bentuknya seperti lempengan tulang. Selanjutnya, benda tersebut diserahkan pada Kades Banjarejo Ahmad Taufik untuk dikumpulkan dengan fosil yang sudah ditemukan sebelumnya.

“Benda yang ditemukan anak-anak saat main dilapangan bola hari Rabu (28/09/2016) kemarin memang potongan fosil hewan purba. Hanya saja, saya belum bisa memastikan jenis hewannya apa. Nanti, akan saya koordinasikan lebih lanjut pada pihak terkait,” kata Taufik.

Menurutnya, kedatangan bocah ke rumahnya untuk menyerahkan fosil memang bukan suatu hal yang mengejutkan. Sebab, selama ini sudah ada beberapa bocah yang datang sambil menyerahkan benda temuan.

Taufik menjelaskan, selama ini, anak-anak di desanya memang cukup akrab dengan benda purbalaka yang tersimpan di rumahnya. Kebetulan, persis di depan rumahnya ada SDN 2 Banjarejo. Ketika waktu istirahat atau pulang sekolah, anak-anak sering mampir melihat koleksi benda bersejarah yang tersimpan di rumahnya.

“Selama ini, saya juga sering melibatkan anak-anak untuk membersihkan fosil yang baru ditemukan. Langkah ini sebagai salah satu upaya edukasi pada mereka agar peduli dengan benda bersejarah di desanya. Barangkali dari sini mereka akhirnya bisa membedakan benda yang termasuk fosil atau sekedar batuan biasa,” imbuh Taufik.

Taufik pun mengaku sangat bangga dengan langkah anak-anak yang mau menyerahkan benda purbakala yang ditemukan. Sebagai bentuk penghargaan, anak-anak yang menemukan benda purbakala itu diberi hadiah khusus. “Hadiahnya tidak istimewa kok. Cuma saya belikan bakso kelilingan saja,” cetusnya sembari tertawa.

Selama ini, dia pun sudah menghimbau kepada semua warganya agar bersedia menyerahkan benda bersejarah yang ditemukan untuk dikumpulkan jadi satu di “Museum Purbakala Banjarejo”.“Kesadaran warga untuk menyerahkan benda temuan sekarang ini makin meningkat dan ini sangat membanggakan,” pungkas Taufik.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →