Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Soal Kaderisasi, Elite Politik PDI-P Pati Tidak Sependapat, Nah Ada Apa?



Reporter:    /  @ 15:09:30  /  30 September 2016

    Print       Email
Ketua DPC PDIP-P Pati Ali Badrudin berorasi menyatakan dukungannya kepada Haryanto-Arifin di depan Kantor KPU Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC PDIP-P Pati Ali Badrudin berorasi menyatakan dukungannya kepada Haryanto-Arifin di depan Kantor KPU Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pilkada Pati 2017 tampaknya mulai memanas, kendati penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati belum dilakukan. Situasi semakin panas, ketika politisi senior Tasiman yang masuk jajaran Dewan Penasehat DPC PDI Perjuangan Pati melontarkan statemen yang mengejutkan.

Dia menilai, banyaknya partai politik yang berbondong-bondong mengusung Haryanto-Arifin mencerminkan parpol gagal melakukan kaderisasi dan pendidikan politik kepada anggotanya. Hal itu termasuk PDI-P sendiri yang dianggap gagal mencetak kader emas untuk diusung sebagai pemimpin pada Pilkada Pati 2017.

Padahal, kata Tasiman, ada sederet tokoh internal PDI-P yang siap maju, seperti Endro Dwi Cahyono, Budiyono (PDI-P), dan Soetarto Oenthersa atau Kokok. Namun, PDI-P justru mengusung calon dari luar partai. Tasiman sendiri mengaku tidak kecewa dengan keputusan PDI-P, karena dia merasa masih menjadi kader partai yang harus tegak lurus.

“Dibilang kecewa ya tidak. Saya kan kader partai, tetap tegak lurus dan ikut dengan apa yang sudah ditetapkan partai. Kalau nanti ditugasi dari DPP untuk mengawal ya tetap ikut. Kami cuma menyayangkan saja, tidak ada kader partai yang maju. Itu berarti pendidikan politik yang dilakukan gagal,” kata Tasiman.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDI-P Pati Ali Badrudin menolak bila parpol disebut gagal melakukan kaderisasi, hanya karena mengusung dari luar kader. Menurutnya, pengusungan Haryanto-Arifin sebagai cara partai dalam menjunjung tinggi demokrasi.

Hal itu dibuktikan dengan dibukanya penjaringan bakal calon. Dalam penjaringan tersebut, masing-masing figur dikaji. Hasilnya, Haryanto-Saiful Arifin muncul sebagai tokoh dengan elektabilitas dan kualitas yang mumpuni. Hal itu yang membuat PDI-P akhirnya memilih pasangan Haryanto-Arifin.

“Pertimbangan kami sangat matang. Kami tidak memaksakan diri untuk mengusung dari internal partai bila memang ada calon lain yang lebih baik. Ini bagian dari demokrasi yang harus dijunjung tinggi,” ucap Ali.

Pengamat Politik Universitas Diponegoro, Hakim Alif Nugroho memberikan komentar terkait dengan adanya elite partai PDI-P Pati yang saling tidak sependapat tersebut. “Itu sangat menarik dan menjadi bagian dari perkembangan politik yang dinamis. Namun, para elite politik yang tidak sependapat itu bisa muncul pertanyaan dari publik. Ada apa dengan PDI-P?” kata Hakim, singkat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →