Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tugu Identitas Desa Wisata Kudus Bakal Buat Acara Wisata Jadi Semarak



Reporter:    /  @ 14:30:51  /  30 September 2016

    Print       Email
Penampilan kesenian modern dari Desa Wisata Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, di ajang Jateng Fair 2016, yang membuat Kudus bisa meraih juara dalam keikutsertaannya itu. (Istimewa)

Penampilan kesenian modern dari Desa Wisata Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, di ajang Jateng Fair 2016, yang membuat Kudus bisa meraih juara dalam keikutsertaannya itu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus melakukan pengembangan terhadap belasan desa wisata yang ada.

Salah satu yang sedang dilakukan adalah dengan membangun empat tugu identitas, di empat desa wisata yang ada. ”Kita memiliki belasan desa wisata. Nah, dari sana kita pilih empat desa wisata yang kita kembangkan tahun ini. Sesuai dengan tujuan kita, supaya bisa membuat desa-desa wisata di Kudus ini menjadi lebih baik lagi,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Disbudpar Kudus Dwi Yusi Sasepti.

Empat desa yang dipilih untuk dibangunkan tugu identitas adalah Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, dan Desa Terban, Kecamatan Jekulo.

Yusi mengatakan, empat desa yang dipilih itu, karena memiliki beberapa kekhasan tersendiri. Apalagi, desa-desa tersebut juga sudah dikenal selama ini. Baik oleh warga Kudus maupun warga dari daerah-daerah lainnya.

Empat tugu yang akan dibangun itu, akan disesuaikan dengan karakteristik atau identitas masing-masing. Untuk Desa Wisata Terban misalnya, akan dibangun di dekat Museum Patiayam. Di sana, akan dibuat dengan patung-patung gajah atau yang khas dengan Patiayam, yang selama ini dikenal sebagai situs purbakala.

”Nantinya akan kita pasangi lampu-lampu warna-warni. Sehingga kalau malam, akan tetap terang. Tujuannya agar malam hari juga masih bisa ada aktivitas di sana. Sehingga mereka yang tidak bisa dating pada pagi atau siang hari, bisa memanfaatkan malam hari untuk bersantai. Makanya, fungsi lampu-lampu juga akan kita maksimalkan,” tuturnya.

Sedangkan untuk Desa Wisata Jepang, juga akan dibuat tugu identitas dari bambu. Pasalnya, desa wisata itu identik dengan kerajinan dari bambu, yang sudah menjadi ciri khas dari Desa Wisata Jepang. ”Demikian juga dengan Desa Wisata Kaliwungu dan Wonosoco. Kita buat sesuai dengan identitas desanya masing-masing,” terang Yusi.

Kesenian silat dari Desa Wisata Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, saat beraksi di ajang Jateng Fair 2016, yang berhasil mendapatkan salah satu gelar juara. (Istimewa)

Kesenian silat dari Desa Wisata Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, saat beraksi di ajang Jateng Fair 2016, yang berhasil mendapatkan salah satu gelar juara. (Istimewa)

Menurut Yusi, pengembangan empat desa wisata itu, bertujuan agar ada banyak destinasi wisata di Kudus yang lantas bisa memberikan sesuatu yang khas. Apalagi untuk pengembangan wisata, tugu identitas ini diharapkan akan menarik banyak orang, untuk bisa datang.

”Kita sekarang ini harus up to date alias mengikuti situasi kepariwisataan yang baru. Banyak lokasi-lokasi wisata yang kemudian menjadi semakin terkenal karena uniknya, dan lantas diunggah ke media sosial banyak orang. Peran masyarakat inilah yang kemudian kita harapkan. Sehingga mereka bisa menjadi agen promosi kita,” paparnya.

Upaya pengembangan desa wisata di Kudus juga dilakukan dengan mengikutsertakan pelaku wisata di masing-masing desa, ke ajang-ajang yang diikuti Disbudpar. Contoh terakhir even yang diikuti adalah ajang Jateng Fair 2016, beberapa waktu lalu.

Dalam ajang itu, ditampilkan kesenian silat dari Desa Wisata Kaliwungu dan kesenian tongtek modern dari Desa Wisata Mejobo. Masing-masing menampilkan performa terbaik mereka di hadapan tim juri yang melakukan penilaian, dan masyarakat umum yang menonton pertunjukan tersebut.

”Kita mengikuti kegiatan itu, bersama dengan 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Dan kita bersyukur karena apa yang kita tampilkan ternyata mendapat juara di sana. Sebelumnya juga ikut, tapi belum pernah juara. Namun tahun ini, Alhamdulillah kita bisa juara. Tahun depan kalau ada lagi, kita akan tampilkan yang lebih bagus lagi, sehingga akan bisa mendapat juara yang lebih bagus lagi,” tutur Yusi.

Yusi menambahkan bahwa ke depannya, pengembangan desa-desa wisata akan terus dilakukan. Ini karena semakin banyak desa wisata yang baik, akan semakin banyak potensi-potensi yang dimunculkan.

”Pada akhirnya, desa-desa wisata itu akan membuat banyak masyarakat bisa berdatangan ke sana. Dampaknya jelas, akan lebih meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat itu sendiri. Mereka akan semakin sejahtera. Ini adalah sebuah efek jangka panjang yang menguntungkan. Jika desanya sudah maju, maka akan membuat masyarakat juga terangkat dari segala bidang. Jadi, bantu kami dari pihak pemerintah, untuk terus bisa mengembangkan desa wisata,” imbuhnya. (News Ads)

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →