Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Begini Sikap Demokrat Tanggapi Pernyataan Tasiman yang Anggap Parpol di Pati Gagal Didik Kader



Reporter:    /  @ 10:09:36  /  30 September 2016

    Print       Email
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto. Dia menanggapi statement Tasiman yang menganggap parpol gagal mendidik kadernya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto. Dia menanggapi statement Tasiman yang menganggap parpol gagal mendidik kadernya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pernyataan tokoh senior PDI Perjuangan, Tasiman yang menganggap partai politik di Pati gagal mendidik kader, menuai reaksi dari para petinggi parpol di Kabupaten Pati. Salah satunya, Partai Demokrat yang tidak terima bila kader parpol di Pati disebut tidak berkualitas.

“Delapan parpol mengusung Haryanto-Saiful Arifin itu bukan berarti parpol gagal dalam melakukan kaderisasi. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan parpol untuk menentukan koalisi. Tudingan itu tidak benar,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, Jumat (30/09/2016).

Dalam mengusung pasangan calon, kata Joni, parpol mengakomodasi keinginan dan suara masyarakat di tingkat bawah. Bahkan, Demokrat sendiri sebetulnya memiliki banyak kader potensial yang siap dijadikan sebagai calon pemimpin pada Pilkada Pati 2017. Namun, siap saja dianggap tidak cukup bagi Demokrat.

Sebab, Demokrat memperhatikan tiga hal sebelum menentukan siapa yang bakal diusung, di antaranya elektabilitas, dana, dan jaringan yang baik. “Dalam survei yang kita lakukan, hanya Haryanto dan Saiful Arifin yang layak maju,” tutur Joni.

Dengan munculnya Haryanto-Arifin dalam survei, pihaknya mengaku tidak egois dan memaksakan diri untuk mengusung dari internal Demokrat. Pilihan dan keinginan masyarakat yang ingin incumbent maju harus dihargai. Karena itu, Demokrat mengusung Haryanto-Arifin sebagai bentuk upaya parpol untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Pati. “Dalam demokrasi, daulat rakyat yang paling tinggi,” ucap Joni.

Sebelumnya, Tasiman secara blak-blakan menyebut tidak ada satu parpol di Pati yang berhasil menyelenggarakan pendidikan politik kepada kadernya. Kegagalan tersebut disebabkan tidak ada satu tokoh parpol pun yang diusung pada Pilkada 2017, sehingga kader disebut tidak ada yang layak untuk maju menjadi pemimpin.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →