Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pemkab Grobogan Siapkan Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata



Reporter:    /  @ 14:30:47  /  29 September 2016

    Print       Email
Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki saat membuka Lokakarya Pembahasan Draf Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki saat membuka Lokakarya Pembahasan Draf Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pemkab Grobogan melakukan upaya lebih lanjut dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata. Yakni, menyiapkan sebuah peraturan bupati (perbup) sebagai acuan khusus untuk memaksimalkan potensi pariwisata yang dimiliki.

“Sebelum mengembangkan pariwisata lebih lanjut, pedomannya harus kita siapkan dulu. Dengan adanya pedoman berupa perbup, maka upaya pengembangan destinasi pariwisata akan bisa lebih mudah dilakukan,” kata Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki saat membuka Lokakarya Pembahasan Draf Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (29/09/2016).

Menurut Dasuki, melalui lokakarya tersebut diharapkan bisa mendapat masukan dari berbagai pihak dalam penyempurnaan draf yang sudah disiapkan. Oleh sebab itu, berbagai pihak terkait sengaja diundang dalam lokakarya tersebut. Di antaranya, dari pihak Perhutani, sejumlah kepala desa, dinas instansi terkait, komunitas wisata hingga pemilik biro perjalanan wisata. Di samping itu, dihadirkan pula pejabat dari Disbudpar Jawa Tengah dan praktisi pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Dasuki juga sempat menyinggung soal rencana Pemkab Grobogan untuk menjadikan Desa Tarub di Kecamatan Tawangharjo, dan Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sebagai desa wisata. Rencana tersebut dinilai cukup beralasan karena dua desa itu punya potensi bidang pariwisata.

Untuk Desa Tarub misalnya, punya potensi wisata religi karena di situ ada makam tokoh terkenal Ki Ageng Tarub atau semasa mudanya dikenal dengan nama Jaka Tarub.

Selain wisata religi, di desa ini juga punya potensi agrowisata. Sebab, tidak jauh dari lokasi makam tersebut ada perkebunan belimbing yang cukup luas milik warga setempat.

“Selama ini, peziarah yang datang ke makam Ki Ageng Tarub maupun ke lokasi agrowisata di situ sudah cukup banyak. Nantinya, potensi ini akan kita kembangkan lebih lanjut agar pengunjung makin bertambah,” kata mantan Plt Kadisporabudpar tersebut.

Sedangkan potensi di Desa Banjarejo adalah wisata cagar budaya dan purbakala. Hal ini seiring sudah banyaknya penemuan benda cagar budaya masa lampau dan fosil binatang purba yang usianya jutaan tahun.

Sejak dua tahun terakhir, nama Banjarejo memang sudah dikenal banyak orang lantaran penemuan aneka benda kuno tersebut. Indikasinya, sejak dua tahun terakhir, sudah ada ribuan pengunjung yang datang ke sana untuk melihat penemuan benda bersejarah yang tersimpan di rumah Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

“Potensi wisata cagar budaya di Banjarejo ini sangat luar biasa. Sebab, dari keterangan para ahli, ada banyak peradaban yang pernah hidup di situ. Oleh sebab itu, potensi ini juga layak kita kembangkan,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →