Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Wujudkan Desa Bebas Perilaku BAB Sembarangan, PKK Kadiwono Bikin Program Jambanisasi



Reporter:    /  @ 11:57:26  /  29 September 2016

    Print       Email
 Katua PKK Desa Kadiwono  Ana Rini Wiharjati (tengah) bersama anggota PKK setempat meninjau jamban milik dari Rasminah (jilbab putih) warga desa setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Katua PKK Desa Kadiwono Ana Rini Wiharjati (tengah) bersama anggota PKK setempat meninjau jamban milik dari Rasminah (jilbab putih) warga desa setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk mewujudkan percepatan desa bebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF), PKK Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Rembang, membuat program jambanisasi.

Program tersebut menyasar kepada keluarga pra sejahtera, yang hingga kini belum memiliki jamban.Ditargetkan, pada 2017 mendatang, desa tersebut sudah terbebas dari perilaku buang besar sembarangan, sesuai dengan program pemerintah.

“Harus diakui, bahwa masyarakat di Desa Kadiwono ini memang masih banyak yang buang air besar sembarangan. Baik itu di semak, di atas sungai dan lain sebagainya. Sehingga, ketika kemarau baunya kemana-mana,” ujar Ana Rini Wiharjati, Ketua PKK Desa Kadiwono.

Menurutnya, hingga Agustus 2016 lalu, dari 337 KK yang ada di desa tersebut, 60 di antaranya masih belum memiliki jamban. Sehingga, pihaknya mengajukan usulan ke pihak desa untuk pengadaan jamban. Namun, mengingat jumlahnya yang cukup banyak, hal itu tidak dapat terwujud secara serentak.

Kemudian, katanya, pihaknya juga mengajukan usulan bantuan pengadaan jamban ke PT Semen Indonesia. Mengingat, desa tersebut merupakan salah satu desa yang berada di wilayah ring 1 pabrik Semen Indonesia di Rembang.

Setidaknya, hingga kini, pihak PT Semen Indonesia sudah merealisasikan bantuan pembuatan jamban sebanyak 8 unit. “Dalam hal ini kita berterima kasih kepada pihak PT Semen Indonesia, karena sudah membantu untuk peningkatan kesehatan masyarakat melalui program jambanisasi ini,” ungkapnya.

Dengan adanya kerjasama dan bantuan dari semua pihak, dirinya yakin, jika pada 2017 nanti, Desa Kadiwono sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau ODF. Sebab, secara bertahap, kini warga pra sejahtera sudah memiliki jamban.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →