Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Begini Cara Anggota Intelijen Intai Tempat Esek-esek di Margoyoso Pati



Reporter:    /  @ 14:00:17  /  28 September 2016

    Print       Email
Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (kiri) meminta pemilik warung (kanan) di Desa Margotuhu Kidul, Margoyoso untuk menghentikan aktivitas karaoke dan penjualan minuman keras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (kiri) meminta pemilik warung (kanan) di Desa Margotuhu Kidul, Margoyoso untuk menghentikan aktivitas karaoke dan penjualan minuman keras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso mendapatkan banyak keluhan terkait dengan merebaknya sebuah tempat yang diduga digunakan untuk aktivitas esek-esek. Laporan dari masyarakat itu kemudian ditindaklanjuti dengan menyebar sejumlah anggota intelijen ke tempat-tempat yang dilaporkan warga.

Sejumlah tempat yang pernah diintai, di antaranya kawasan warung kopi di pinggiran persawahan Desa Margotuhu Kidul, Kecamatan Margoyoso dan rumah tembok berlantaikan tanah yang dihuni sendirian oleh seorang pria paruh baya di Desa Margoyoso.

“Kalau ada informasi dari warga, kami tidak begitu saja percaya. Kami harus melakukan penyelidikan. Karena itu, kalau pemilik warung mengelak, itu percuma karena kami sudah tugaskan sejumlah anggota intel pada malam hari untuk memastikan kabar dari warga,” ungkap Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Dari informasi yang dihimpun anggota intel Margoyoso, ada aktivitas karaoke di dua warung di Desa Margotuhu Kidul. Selain itu, ada sejumlah pengunjung yang menenggak minuman keras. Sejumlah perempuan juga banyak yang singgah dan mangkal di sana.

Setelah informasi dari warga sesuai dengan hasil penyelidikan, pihaknya melakukan penertiban di tempat-tempat tersebut hari berikutnya. Dari hasil razia, sejumlah botol miras diamankan dan perlengkapan karaoke sederhana diminta untuk tidak digunakan lagi.

Menurutnya, tempat prostitusi besar awalnya dari warung-warung kopi kecil yang digunakan untuk mabuk-mabukan, kemudian datang satu-dua perempuan. Bila hal tersebut tidak diantisipasi sejak awal, kata AKP Sugino, warung-warung kopi tersebut bisa menjadi tempat prostitusi besar. Jika sudah begitu, akan susah ditertibkan.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →