Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kesbangpol Kudus Telusuri Jejak Aliran Padepokan Kanjeng Dimas



Reporter:    /  @ 20:35:14  /  27 September 2016

    Print       Email
ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Di Kudus, ada jejak Padepokan Kanjeng Dimas, Taat Pribadi (47), warga Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jatim. Diketahui, Taat telah diamankan oleh aparat Polda Jawa Timur.  Taat Pribadi ditangkap lantaran diduga terlibat pembunuhan terhadap dua mantan santrinya di padepokan.

Kesbangpol Kudus telah mencium adanya gelagat aliran kepercayaan Padepokan Kanjeng Dimas di wilayahnya. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, akan dilakukan penelusuran terkait hal tersebut.

Kanjeng Dimas, mempunyai anggota banyak. Dalam aliran tersebut, para anggota percaya jika setor uang dalam jumlah tertentu, maka dalam waktu yang ditentukan uang akan berlipat lipat ganda.

Kepala Kesbangpol Djati Solechah mengatakan, pihaknya kaget mendengar hal itu. Dia mengaku baru tahu belakangan ini bahwa banyak warga Kudus yang ternyata termakan aliran kepercayaan tersebut. “Informasinya banyak yang ikut. Bahkan ratusan juga ada. Khususnya masyarakat Kudus bagian selatan seperti Undaan,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, langkah yang akan dilakukan adalah berkordinasi dengan tim terkait. Seperti Polsek, kejaksaan, SKPD, kecamatan dan perangkat desa di wilayah Undaan. Koordinasi dilakukan guna mencari solusi dan langkah terkait aliran itu

Namun, secara garis besar dikatakan kalau penindakan akan sulit dilaksanakan. Terlebih apa yang terjadi bukanlah di Kudus, melainkan warga Kudus hanya sebagai korban saja. Selain itu, apa yang dilakukan hanyalah kepercayaan, sehingga belum bisa dikategorikan tindakan yang melenceng.

“Rencana akhir bulan akan ada pertemuan rutin, selain masalah itu, masih ada masalah lain yang bisa diselesaikan dan dibahas. Mudah mudahan akan segera tuntas,” ujarnya.

Dia berharap agar masyarakat lebih hati-hati. Terlebih untuk hal yang praktis lewat penggandaan uang. Hal demikian jelas tidak masuk akal, sehingga masyarakat diminta agar tidak temakan rayuan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →