Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ternyata, Ini yang Bikin Buruk Kualitas Proyek Pengaspalan di Jalan R Suprapto Purwodadi



Reporter:    /  @ 19:45:29  /  27 September 2016

    Print       Email
Kepala BPT Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono (pegang mik) saat memimpin pertemuan membahas proyek peningkatan Jalan R Suprapto, di Kantor BPT Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi, Selasa (27/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala BPT Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono (pegang mik) saat memimpin pertemuan membahas proyek peningkatan Jalan R Suprapto, di Kantor BPT Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi, Selasa (27/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sorotan banyak pihak terhadap pelaksanaan proyek pengaspalan di Jalan R Suprapto Purwodadi senilai Rp 3,2 miliar akhirnya mendapat titik terang.

Buruknya kualitas aspal yang sudah dihamparkan di sebagian ruas jalan itu disebabkan kurang maksimalnya proses pemasakan bahan baku. Hal itu ditegaskan oleh salah seorang ahli aspal Buton Gregorius Nazareth yang dihadirkan di Kantor BPT Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi, Selasa (27/09/2016).

“Jadi, saya melihat kondisi aspal yang seperti itu bukan disebabkan guyuran hujan. Tetapi, proses pemasakan bahan baku aspal yang tidak maksimal,” katanya.

Menurut Gregorius, dari pengamatan di lapangan, aspal yang sudah dihamparkan itu warnanya jadi cokelat kemerahan. Kalau proses pemasakannya sempurna, aspal tersebut warnanya hitam gelap.

“Kami pernah melakukan pengerjaan pengaspalan jalan di wilayah Kudus. Saat itu pekerjaan sempat dilakukan ketika hujan dan tidak ada kendala. Bahan yang dipakai di Kudus itu sama dengan yang di Purwodadi, yakni aspal dari Buton,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sejauh ini masih banyak penyedia jasa yang belum memahami penggunaan aspal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara atau yang dikenal dengan sebutan asbuton itu. Asbuton ini memang membutuhkan perlakuan khusus dalam pengerjaannya.

Khususnya, saat proses pemasakan yang membutuhkan suhu minimal 180 derajat celcius. Dengan dimasak pada suhu tersebut, aspal baru menjadi matang.

“Sebelumnya, pekerjaan pengaspalan dengan asbuton sudah dilakukan di ruas Jalan MT Haryono Purwodadi. Dan, kali ini sedang dicoba di Jalan R Suprapto. Pengaspalan jalan memakai asbuton ini boleh dibilang masih hal baru bagi penyedia jasa. Oleh sebab itu, mulai dari proses produksi (pemasakan) hingga penghamparan harus sesuai tata caranya,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pihak PT Gading Kencana selaku pelaksana pekerjaan mengaku bingung dengan kondisi tersebut. Sebab, sebelumnya sudah berhasil melakukan pekerjaan serupa di Pati dan Blora.

’’Sebenarnya, kami sudah melakukan proses pemasakan seperti ketika melakukan pekerjaan di Blora dan Pati yang hasilnya bagus. Tetapi, ketika mengerjakan di sini kok tidak bisa maksimal,” ungkap Kepala Bagian Produksi PT Gading Kencana Mulya Iyarno yang ikut dihadirkan di Kantor BPT Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi tersebut.

Kepala BPT Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono mengatakan, tipikal aspal buton dengan jenis lainnya memang berbeda. Hal itu harus disikapi bersama lantaran banyak rekanan yang belum terbiasa menggunakan aspal buton.

’’Kita lihat nanti di lapangan, mana bagian yang parah. Bagian yang rusak parah dan tidak sempurna itu nantinya akan kami keruk dan selanjutnya dilakukan pengaspalan ulang,’’ jelas Barkah.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →