Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kasrin, ‘Haji Ajaib’ Asal Rembang Dikabarkan Pulang 4 Oktober Mendatang



Reporter:    /  @ 18:02:43  /  27 September 2016

    Print       Email
Kasrin, (tengah) 'haji ajaib' asal Rembang yang dikabarkan akan pulang pada 4 Oktober mendatang. (Istimewa)

Kasrin, (tengah) ‘haji ajaib’ asal Rembang yang dikabarkan akan pulang pada 4 Oktober mendatang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Rembang – Kasrin bin Sumarto (60), warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, yang dikabarkan naik haji bersama jin, dikabarkan akan pulang pada 4 Oktober mendatang.

Semula, pihak keluarga beberapa waktu lalu mengatakan jika Kasrin akan pulang dari ibadah haji pada hari ini Selasa (27/09/2016). Namun, ternyata ada perubahan, karena kepulangan Kasrin dari haji ditunda hingga pekan depan.

Kabar kepulangan Kasrin pada 4 Oktober nanti, disampaikan Eko Winarto, tetangga Kasrin yang juga perangkat desa setempat. “Saya dapat kabar kepulangan Mbah Kasrin itu nanti  4 Oktober 2016. Kabar itu saya dapat dari Rasman, adiknya Mbah Kasrin yang pekerjaannya juga sebagai tukang becak,” ucapnya.

Menurutnya, jika kepulangan Kasrin nanti pada 4 Oktober, maka hal itu juga bebarengan dengan jemaah haji Rembang lainnya. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan hal itu. “Kalau jam berapa saya kurang paham,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Kasrin merupakan tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Kecamatan Lasem. Kasrin, pada tahun ini ikut menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pria ini berangkat pada Rabu (24/08/2016) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Namun, keberangkatan Kasrin menunaikan haji ini, justru membuat heboh warga sekitar, karena dinilai sangat aneh. Sebab, Kasrin tidak pernah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji, dan juga tidak pernah mengurus administrasi untuk keperluan haji, baik dari tingkat desa atau lainnya.

Warga sekitar pun, katanya, tidak pernah melihat Kasrin mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan manasik atau bimbingan lain tentang haji yang dilakukan pemerintah. Bahkan, dari pihak pemerintah desa juga tidak pernah mengetahui itu.

Siswoyo, salah satu perangkat Desa Sumberejo, yang juga ikut mengantar keberangkatan Kasrin mengaku heran. “Ketika dalam perjalanan ikut mengantar Pak Kasrin, saya diselimuti kebingungan dengan keberangkatan Pak Kasrin menunaikan ibadah haji. Sebab, selama ini memang tidak pernah mengurus administrasi apapun di tingkat desa untuk keperluan naik haji, dan belum lagi jika dilihat secara kasat mata mengenai perekonomian keluarga yang makin membuat saya bingung,” katanya.

Dirinya mengatakan, yang ikut mengantar kepergian Kasrin ketika itu cukup banyak. Setidaknya ada tiga mobil, yakni mobil jenis Kijang LGX, satu truk dan bus. Kemudian pengantar juga ada yang menggunakan sepeda motor sebanyak 10 unit.

Menurutnya, keluarga dan tetangga mengantar Kasrin ke Masjid Jami’ Lasem, tempat berkumpulnya rombongan jemaah calon haji lain dari wilayah Rembang bagian timur yang menunggu jemputan bus. Rombongan calhaj yang berangkat malam itu tergabung dalam kloter 38.

Lebih lanjut dirinya menceritakan, ketika berangkat tersebut, Kasrin juga tidak mengenakan seragam seperti halnya calhaj lain yang berangkat secara resmi. “Saat keberangkatan itu, Pak Kasrin itu tidak membawa seragam haji baju batik atau apapun. Namun dia hanya membawa kemeja putih, celana hitam, peci dan tas kecil saja. Inikan sangat aneh,” paparnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Wabup Pati Sidak di Dinas Pertanian, Ini Temuannya

Selengkapnya →