Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ratusan Murid SDN Padaran Rembang Mogok Sekolah



Reporter:    /  @ 11:00:46  /  26 September 2016

    Print       Email
Kondisi SDN Padaran terlihat sepi karena siswa mogok sekolah (kiri). Sejumlah wali murid melakukan aksi demo, Senin (26/09/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi SDN Padaran terlihat sepi karena siswa mogok sekolah (kiri). Sejumlah wali murid melakukan aksi demo, Senin (26/09/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Buntut dari pembagian daging kurban oleh pihak SDN Padaran yang disebut tidak sesuai dengan besaran iuran dari murid, ternyata berbuntut panjang. Setelah pada Jumat (16/09/2016) lalu sejumlah wali murid melakukan aksi protes, kini seluruh murid melakukan aksi mogok kerja pada Senin (26/09/2016).

Jafar, salah satu wali murid mengatakan, jika wali murid sebelumnya sudah mendatangi pihak sekolah dan memprotes terkait pembagian kurban. Namun, jawaban dari pihak sekolah, katanya, masih tidak memuaskan wali murid.

Menurutnya, ada penggelembungan harga yang dilakukan oleh pihak sekolah. “Untuk kurban, murid dipungur iuran sebesar Rp 35 ribu. Tapi kurban ini tidak dibelikan kambing untuk dipotong di sekolah, tapi dibelikan daging di tempat jagal, dengan harga Rp 30 ribu, yang kemudian dibagikan kepada murid. Ini kan tidak sesuai. Kami sebenarnya tahu itu harganya Rp 30 ribu, karena diberitahu oleh jagalnya sendiri,” ujarnya.

Tak hanya aksi mogok murid saja kali ini, wali murid juga melakukan aksi demo. Mereka mununtut agar kepala SDN Padaran Rembang Suci Iriani Hendrawati untuk mundur dari jabatannya. Sebab, hal seperti itu dinilai sudah tak terpuji.

“Kita menuntut Bu Suci Iriani Hendrawati untuk mundur. Sebab dia tidak transparan. Yakni mengenai kurban. Bukan hanya itu saja, tapi juga ada pemotongan dana beasiswa miskin, dan mengenai seragam sekolah,” katanya.

Bahkan katanya, setiap ada kegiatan yang berurusan dengan keuangan tidak pernah mengadakan rapat wali murid terlebih dahulu. “Dia itu tidak pernah mengadakan rapat. Seperti halnya pengadaan kegiatan kurban. Pemotongan dana beasiswa sebesar Rp 50 ribu, dan pengadaan seragam batik,” ucapnya.

Dalam hal ini, wali murid juga melaporkan tindakan yang dilakukan kepala sekolah kepada UPT Pendidikan Kecamatan Rembang. Wali murid meminta kepala sekolah dicopot, dan jika tidak, aksi mogok sekolah oleh murid akan dilakukan selama sepekan.

Sementara itu, Komite SDN Padaran Rembang Rohmad mengatakan, jika aksi demo itu dilakukan atas inisiatif wali murid. Selain masalah kurban, terkait potongan dana beasiswa Rp 50 ribu itu, katanya, juga benar. Namun, untuk hal itu, pihak sekolah sebelumnya rapat terlebih dahulu dengan penerima beasiswa.

“Katanya sih pemotongam beasiswa sebesar Rp 50 ribu itu untuk membeli materai, foto copy dan dibagikan kepada siswa yang tak kebagian beasiswa tersebut. Sedangkan seragam siswa baru ditarik Rp 420 ribu, dan siswa lama ditarik tiga tahun sekali.  Namun pihak kepala sekolah kok tidak menjelaskan siapa yang akan diberikan beasiswa dari hasil potongan itu. Intinya kepala sekolah itu jarang sekali komunikasi dengan kita atau wali murid,” imbuhnya. Edy Sutriyono.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →