Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ditemukan Fosil Hewan Purba di Sekitar Sendang Biru Banjarejo



Reporter:    /  @ 09:45:20  /  26 September 2016

    Print       Email
Fosil berupa patahan rahang bawah stegodon atau gajah purba yang ditemukan di sekitar sendang biru di Desa Banjarejo, Minggu (25/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Fosil berupa patahan rahang bawah stegodon atau gajah purba yang ditemukan di sekitar sendang biru di Desa Banjarejo, Minggu (25/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prediksi banyak pihak jika di sekitar sendang biru yang muncul di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus ada peninggalan benda bersejarah akhirnya terbukti. Pada Minggu (25/09/2016) ada penemuan fosil hewan purba.

“Fosil hewan purba ini ditemukan oleh Mas Ridwan. Penemunya adalah salah satu warga sini yang ikut bekerja dalam pelebaran sendang biru,” ungkap Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Fosil yang ditemukan berupa patahan rahang bawah stegodon atau gajah purba. Ukurannya tidak terlalu besar, panjangnya sekitar 20 cm dan tinggi sekitar 7 cm. Diperkirakan, fosil tersebut usianya mencapai jutaan tahun.

“Sebelumnya, sudah pernah ditemukan fosil yang bentuknya mirip seperti ini. Namun, fosil yang dulu ukurannya lebih besar dan saat ini kita kumpulkan jadi satu dengan penemuan lainnya,” jelas Taufik.

Patahan fosil hewan purba itu ditemukan secara tidak sengaja. Yakni, saat para pekerja tengah merapikan gundukan tanah di sebelah timur sendang biru.

Saat melakukan aktivitas, cangkul yang dipakai salah satu pekerja sempat membentur benda yang cukup keras. Kemudian benda keras itu akhirnya diambil dan setelah diamati bentuknya cukup aneh. Selanjutnya, pekerja tersebut menyerahkan benda yang dianggap aneh pada perangkat desa.

Taufik menambahkan, terkait adanya benda yang ditemukan warganya tersebut, dia sudah berkoordinasi dengan ahli purbakala dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta. Dari pihak Balar menyataka,n jika benda tersebut mirip dengan susunan rahang stegodon. Melihat bentuknya yang relatif kecil, kemungkinan fosil itu merupakan rahang anak stegodon.

Terkait dengan penemuan fosil tersebut, Taufik meminta agar dalam pelaksanaan pekerjaan selanjutnya dilakukan lebih hati-hati. Sebab, bisa dimungkinkan masih ada benda lainnya yang berada di gundukan tanah bekas galian pelebaran sendang.

“Penemuan benda purbakala ini juga cukup mengherankan. Soalnya, waktu kita lakukan penggalian pakai alat berat untuk pelebaran sendang, tidak menemukan satupun benda purbakala di sini,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →