Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Petani Khawatir Harga Tembakau Anjlok



Reporter:    /  @ 12:00:56  /  25 September 2016

    Print       Email
Tembakau yang sudah dirajang akan dilakukan proses penjemuran. Terkait cuaca yang kurang bersahabat seperti ini, petani khawatir harga tembakau akan anjlok. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tembakau yang sudah dirajang akan dilakukan proses penjemuran. Terkait cuaca yang kurang bersahabat seperti ini, petani khawatir harga tembakau akan anjlok. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Akibat cuaca yang sering mendung, kuantitas hasil petikan daun tembakau oleh petani saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.Pasalnya, para petani tidak berani berspekulasi untuk memetik daun tembaku terlalu banyak untuk dirajang dan dijemur.

”Kami memang mengurangi jumlah penjemuran tembakau. Sebab takut kehujanan. Bila hari biasa kami bisa melakukan penjemuran tembakau sekitar 5 ton, namun karena kondisi kurang menentu seperti saat ini, maka kami hanya bisa melakukan penjemuran sekitar 2-3 ton saja,” kata Wanto, salah satu petani tembakau di Kecamatan Sulang.

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, dirinya juga khawatir harga tembakau akan anjlok, sehingga nantinya kurang menguntungkan bagi petani. Katanya, sejauh ini harga tembakau masih cukup stabil,yakni kisaran Rp 25-30 ribu per kilogram.

“Mudah-mudahan harga tetap stabil meski cuacanya seperti ini. Karena kalau harga turun, kita sebagai petani tembakau tentunya bisa merugi. Sebab, untuk biaya operasional penjemuran juga meningkat dibanding ketika cuaca panas. Hal ini, karena lamanya waktu penjemuran yang bisa mencapai beberapa hari,” ungkapnya.

Untuk proses penjemuran sendiri, menurutnya, jika cuaca panas membutuhkan waktu dua hari. Namun, jika mendung bisa membutuhkan waktu yang lebih lama. Tidak hanya itu, jika cuaca mendung, biaya operasional untuk kuli juga bertambah. “Kalau untuk dua hari penjemuran, itu biasanya saya keluarkan biaya sekitar Rp 50 ribu. Tapi kalau mendung seperti ini, ya bisa lebih,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →