Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

2 Desa di Pati jadi Sasaran Program TMMD Sengkuyung Tahap II 2016



Reporter:    /  @ 17:30:08  /  24 September 2016

    Print       Email
Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, usai menandatangani program TMMD Sengkuyung Tahap II 2016 di Desa Angkatan Kidul, Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, usai menandatangani program TMMD Sengkuyung Tahap II 2016 di Desa Angkatan Kidul, Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua desa di Kabupaten Pati menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II. Kedua desa tersebut adalah Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo dan Desa Angkatan Kidul, Kecamatan Tambakromo.

Di Desa Wotan, program dilakukan dengan betonisasi jalan yang menghubungkan Desa Wotan dan Karangrowo, Kudus. Betonisasi dilakukan, karena menjadi akses warga setempat menuju Kecamatan Sukolilo maupun Kecamatan Undaan, Kudus.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, TMMD adalah program yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui prajurit TNI AD yang dilaksanakan di setiap wilayah Kodim. Program TMMD menyasar langsung pada pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan jembatan agar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat pedesaan.

“Masih ada sekitar 4,7 juta jiwa masyarakat miskin di Jawa Tengah. Mereka yang tinggal di pedesaan butuh bantuan dan langkah konkrit dari pemerintah. Dengan program TMMD, kiprah nyata dari prajurit TNI diharapkan bisa membantu kehidupan warga yang hidup di pedesaan,” ujar Haryanto, Sabtu (24/09/2016).

Senada dengan Haryanto, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma menuturkan, progam TMMD Sengkuyung Tahap II 2016 ini dipusatkan di Desa Angkatan Kidul dan Wotan. Kedua desa itu dinilai butuh mendapatkan bantuan, mengingat infrastrukturnya tidak memadahi untuk warga.

Di Desa Angkatan Kidul juga dilakukan betonisasi sepanjang 1,5 km, pembuatan Poskamling sebanyak dua unit, dan jambanisasi sebanyak lima unit. Sementara itu, pembangunan nonfisik dilakukan dengan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan gratis kepada masyarakat, workshop hidup sehat, pelatihan budi daya ikan kolam, hingga lokakarya kewaspadaan nasional, serta penyuluhan hukum.

“Selain melibatkan anggota TNI, program TMMD juga melibatkan lintas sektoral, mulai dari Kementerian, Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, Pemerintah Desa, termasuk masyarakat sendiri. Kami berharap, semangat kemanunggalan TNI dengan lintas sektoral dan rakyat bisa membantu percepatan pembangunan di daerah yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” kata Letkol Inf Andri.

Warsiti (38), warga Desa Wotan mengaku senang dengan adanya program TMMD. Sebab, jalan di desanya yang selama susah diakses sudah diperbaiki. “Kalau jalan lancar, rezeki juga lancar,” ucapnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para prajurit TNI, Pemkab Pati dan berbagai pihak yang sudah mewujudkan betonisasi di desanya. “Bapak-bapak TNI mengerjakan betonisasi jalan dengan semangat, meski di bawah terik matahari yang menyengat. Dengan betonisasi, jalan yang menjadi akses warga untuk kerja menjadi baik sehingga bisa menyejahterakan masyarakat,” tandas Warsiti.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →