Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sendang Biru di Banjarejo Belum Bisa Dimaksimalkan Potensinya, Ini Kendalanya



Reporter:    /  @ 08:05:27  /  24 September 2016

    Print       Email
Sejumlah pekerja sedang membuat tembok di sekeliling lokasi sendang biru Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja sedang membuat tembok di sekeliling lokasi sendang biru Banjarejo (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Fenomena munculnya sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, ternyata belum bisa dimaksimalkan untuk bidang pariwisata. Hal itu disampaikan Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang menyebabkan potensi sendang biru itu tidak bisa digarap lebih lanjut. Yakni, soal lahan di kawasan sendang yang milik perorangan. Sendang ini berada di lahan sawah milik Karno, warga yang tinggal Dusun Peting.

“Sebenarnya, kalau sendang biru ini bisa diperluas, maka jadi tambah indah dan menarik. Namun, hal ini cukup sulit kita lakukan, karena lahannya milik perorangan. Kalau lahannya milik desa, barangkali agak mudah kalau mau kita bikin inovasi lebih lanjut,” katanya.

Menurut Taufik, ada alternatif lain yang bisa dilakukan agar sendang itu bisa dimaksimalkan potensinya. Yakni, melakukan proses tukar guling lahan sendang dengan banda desa.

Namun, proses ini tidak bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Sebab, banyak tahapan yang harus dilakukan dan prosesnya sampai ke level Pemprov Jateng untuk urusan tukar guling lahan.

Upaya yang dilakukan saat ini adalah memperlebar lokasi sendang. Yakni, dari ukuran semula 2 x 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter sekarang jadi 4 x 8 meter dengan kedalaman hampir 5 meter. Kemudian, membuat tembok di sekeliling sendang.

Pelebaran dilakukan agar bisa menampung lebih banyak air khususnya untuk menghadapi musim kemarau. Sebab, wilayah Desa Banjarejo termasuk tandus dan sulit mendapatkan air saat kemarau datang. Nantinya, air yang ada di sendang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan mengairi tanaman di sawah.

“Untuk tahap awal, baru ini yang bisa kita lakukan. Mengenai rencana jangka panjang nanti kita pikirkan lebih lanjut dan kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” katanya.

Seperti diketahui, sendang tersebut muncul dari proses pelebaran mata air yang sebelumnya sudah di areal sawah di sebelah selatan Dusun Peting. Mata air sebelumnya ukurannya hanya 2 x 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Pelebaran dilakukan agar bisa menampung lebih banyak air khususnya untuk menghadapi musim kemarau.

Proyek pelebaran mata air yang berada di sawah milik Karno (30), dimulai Jumat (16/09/2016). Untuk mempercepat pekerjaan, pelebaran mata air dilakukan menggunakan dua alat berat jenis backhoe.

Selama sehari penuh, komplek mata air berhasil diperlebar dengan ukuran 4 x 8 meter membujur dari arah barat ke timur. Selain diperluas, kedalamannya juga ditambah jadi 5 meter.Keesokan harinya, Sabtu (17/9/2016), baru terjadi kehebohan. Hal ini terjadi setelah kolam yang diperlebar itu terisi air yang warnanya kebiru-biruan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Produktivitas Pertanian di Pati Selatan Terganjal Lahan Tidur

Selengkapnya →