Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Bupati Minta Warga Rembang Dilibatkan dalam Eksplorasi Migas di Desa Krikilan



Reporter:    /  @ 09:05:46  /  24 September 2016

    Print       Email
Aktivitas pengeboran migas di salah satu daerah beberapa waktu lalu. Rencananya, PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) Randu Gunting 2 juga bakal melakukan pengeboran migas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber pada November 2016 mendatang. (MuriaNewsCom)

Aktivitas pengeboran migas di salah satu daerah beberapa waktu lalu. Rencananya, PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) Randu Gunting 2 juga bakal melakukan pengeboran migas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber pada November 2016 mendatang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) Randu Gunting 2 bakal melakukan pengeboran migas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber pada November 2016 mendatang.Hal tersebut merupakan lanjutan dari penelitian di tahun 1996, bahwa di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber lebih tepatnya di Sumur Randu Gunting 2. Kemudian, pada tahun 2009, dilakukanlah survei lingkungan dan di wilayah tersebut diyakini mempunyai cadangan migas.

Terkait proyek eksplorasi tersebut, Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada Pertamina untuk melibatkan warga Rembang sebagai tenaga kerja. Sebab, dalam pelaksanaannya, tidak bisa dipungkiri jika hal tersebut membutuhkan tenaga yang kerja yang cukup banyak.

“Kami sudah mendapatkan pemberitahuan dari PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting II selaku pengelola.Nantinya, dalam pengerjaan itu akan melibatkan tenaga kerja sekitar 170 orang. Rinciannya yakni 30 persen dari profesioanl dan 70 persennya dari tenaga non profesional,” katanya.

Namun demikian, dirinya tidak bisa menekan mengenai keterlibatan warga Rembang supaya dipekerjakan. “Tetapi, untuk pekerja non profesional harus diambilkan dari warga Rembang atau warga sekitar. Supaya nantinya tidak ada kesenjangan atau permasalahan,” ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai izin operasional, dirinya mengutarakan bahwa izin lokasi akan keluar pada bulan Oktober 2016 mendatang. “Kami juga berharap, pihak perusahaan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi lainnya. Selain itu, pihak perusahaan juga akan sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) serta Upaya Pemantauan Lapangan (UPL). Saat ini alat-alat berat juga sudah ditata,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →