Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pemilik Rumah Esek-esek di Pati Minta Digaji Rp 500 Ribu per Hari, Jika…..



Reporter:    /  @ 18:30:11  /  23 September 2016

    Print       Email
Camat Margoyoso Suhartono (kanan) dan Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (tengah) saat meminta Mudrik (kiri) menutup rumahnya dari aktivitas prostitusi, Jumat (23/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Camat Margoyoso Suhartono (kanan) dan Kapolsek Margoyoso AKP Sugino (tengah) saat meminta Mudrik (kiri) menutup rumahnya dari aktivitas prostitusi, Jumat (23/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso mendatangi sebuah rumah yang disewakan untuk tempat mesum di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jumat (23/09/2016). Rumah milik Nur Khamid alias Mudrik tersebut sudah lama meresahkan masyarakat.

Hal itu diakui Kepala Desa Waturoyo, Sis Susilo. “Warga sudah sangat resah dengan adanya rumah yang disewakan untuk mesum. Bahkan, banyak pemuda dari luar daerah yang mabuk-mabukan dan tidak jarang terjadi gesekan dengan pemuda setempat,” kata Susilo.

Bahkan, masyarakat yang geram sempat akan membakar rumah tersebut. Namun, pemdes setempat menahan dan memilih untuk melaporkan kepada Muspika Margoyoso. Tapi, sikap mengejutkan muncul dari Mudrik.

Dia tidak mau bila rumahnya itu dihentikan dari aktivitas jasa persewaan untuk kegiatan mesum. Mudrik hanya mau menutup persewaan kamar rumahnya bila digaji atau ganti rugi Rp 500 ribu setiap hari. Sikap Mudrik sempat menyulut emosi kades.

“Kamu tahu siapa yang datang ke sini? Itu Pak Camat dan Pak Kapolsek. Yang sopan kalau bicara. Kalau tidak mau dibina baik-baik, kami serahkan kepada polisi biar ditindak,” ujar Susilo kepada Mudrik.

Proses penertiban pun berlangsung alot. Muspika akhirnya tidak mampu menertibkan rumah Mudrik yang disewakan untuk kegiatan mesum. “Langkah persuasif sudah kita lakukan. Tinggal nunggu saja langkah hukum bila masih membuka rumahnya untuk persewaan kegiatan prostitusi,” tukas Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Rencananya, Polsek Margoyoso akan menertibkan seluruh tempat yang digunakan untuk prostitusi di wilayah hukumnya. Hal itu menjadi tindak lanjut laporan masyarakat yang resah dengan adanya penyakit masyarakat (pekat).

Senada dengan itu, Camat Margoyoso Suhartono juga banyak mendapatkan keluhan dari warga. “Prostitusi dalam agama dilarang. Apalagi sudah meresahkan warga. Saya sering dikomplain dari warga, termasuk para kiai untuk menertibkan tempat-tempat yang menjadi ajang prostitusi di Margoyoso,” pungkas Suhartono.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →