Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Awas, ASN Terlibat Pendaftaran Paslon Bupati di Pilkada Jepara



   /  @ 18:02:56  /  22 September 2016

    Print       Email
Pimpinan Bawaslu Jawa Tengah (kiri) mendatangi kantor Panwaslu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pimpinan Bawaslu Jawa Tengah (kiri) mendatangi kantor Panwaslu Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Pesta demokrasi akan segera digelar di Kabupaten Jepara. Rencananya, kontestan Pilkada Jepara 2017 akan melakukan pendaftaran ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara pada Jumat (23/9/2016). Pada pendaftaran tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang terlibat.

Hal itu seperti yang dikatakan pimpinan Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo di sela-sela supervisi di Kantor Panwaslu Jepara, Kamis (22/9/2016). Menurutnya, sanksi tegas menanti ASN yang terbukti terlibat dalam aksi dukung mendukung paslon tertentu saat gawe demokrasi lima tahunan tersebut.

“Aturan soal larangan ASN terlibat dalam politik praktis sudah jelas. Regulasi terbaru yakni Surat Edaran Menpan RB nomor B/2355/M.PANRB/07/2015 tentang Netralitas ASN dan Larangan Penggunaan Aset Pemerintah dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak,” kata Teguh.

Ia menjelaskan, SE Menpan RB itu merupakan penegasan UU No 5 tahun 2014 tentang ASN, UU No 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah serta PP No 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Oleh karena itu, kata dia, seluruh ASN baik yang ada di Kabupaten Jepara maupun enam kabupaten/kota di Jateng yang menggelar pilkada serentak tahap II agar tak terlibat dalam aksi dukung mendukung paslon tertentu.

“Kami siap memproses jika ada yang nekat melanggar aturan soal netralitas ASN. Pilkada di Jepara memang termasuk yang disoroti khusus oleh jajaran Bawaslu Jateng,” ungkapnya.

Info terakhir yang ia terima, dua petahana yang saat ini masih menjabat, maju lagi namun dengan formasi yang beda alias pecah kongsi. Ahmad Marzuqi (Bupati Jepara) yang berpasangan dengan Dian Kristiandi (Ketua DPRD Jepara) berencana mendaftar ke KPU Jepara pada Jumat (23/9/2016). Subroto (Wabup Jepara) yang berpasangan dengan Nuryahman (pengusaha) juga akan mendaftar di hari yang sama.

Lebih lanjut Teguh mengemukakan, potensi terkotak – kotaknya ASN selama pilkada di Jepara sangat besar. Pasalnya, bupati dan wakil bupati sama-sama mencalonkan diri lagi meski dengan format berbeda. Diakui atau tidak, baik bupati maupun wabup memiliki pendukung di kalangan ASN.

“Ini yang akan kita awasi ketat. Sebab berdasar pengalaman saat pilkada serentak tahap I tahun 2015, Bawaslu menemukan adanya keterlibatan ASN. Misalnya saat pendaftaran bakal paslon dari petahana, ternyata ajudannya yang berasal dari ASN ikut dalam arak-arakan saat proses pendaftaran ke KPU Purbalingga,” paparnya.

Saat itu, Bawaslu pun memproses pelanggaran pemilu tersebut. Dan setelah melalui proses klarifikasi, pengawas pemilu merekomendasikan kepada pejabat pembina kepegawaian di Purbalingga agar menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Jepara Arifin mengatakan pihaknya akan memaksimalkan Panwascam maupun Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) di Kecamatan Jepara agar melakukan pengawasan ketat saat dua petahana dan pasangannya masing-masing mendaftar di KPU Jepara. Salah satu fokus pengawasan terkait ada tidaknya ASN atau bahkan mungkin TNI/Polri yang terlibat dalam proses pendaftaran tersebut.

“Kami juga berharap agar masyarakat ikut bersama-sama melakukan pengawasan agar proses pendaftaran dan tahapan pilkada lainnya berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

2 Perwira Polres Grobogan Berganti Wajah, Ini Sosoknya

Selengkapnya →