Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Tradisi di Kawak Jepara ini Diyakini Permudah Jodoh



Reporter:    /  @ 16:30:45  /  22 September 2016

    Print       Email
Warga mengikuti jalannya Festival Jondal di Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga mengikuti jalannya Festival Jondal di Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Perihal jodoh, memang sulit diterka. Tidak heran jika sampai sekarang masih ada yang kesulitan mendapatkan jodoh.

Salah satu tradisi yang menarik dan diyakini mampu mempermudah mendapatkan jodoh adalah Festival Jondang. Tradisi ini dilakukan oleh warga Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara. Dari tradisi tersebut masyarakat meyakini akan lebih mudah mendapatkan jodoh.

“Festival Jondang ini merupakan upaya untuk melestarikan Tradisi jondang. Jondang adalah alat yang dijadikan tempat untuk barang-barang yang dibawa saat lamaran yang diberikan kepada calon pengantin wanita,” ujar Tokoh masyarakat Desa Kawak, Amin Ayahudi kepada MuriaNewsCom, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, dengan adanya Festival Jondang tersebut, masyarakat Desa Kawak yang sudah saatnya menikah tidak menemui kesulitan mendapatkan jodoh. Itu diyakini merupakan berkah yang didapatkan dari pelestarian budaya leluhur.

“Tentu saja atas izin Allah SWT. Semoga warga yang sudah waktunya menikah, dilancarkan dalam mendapatkan jodoh,” terang Amin.

Prosesi Festival Jondang ini dilakukan dengan cara mengarak jondang yang diisi dengan hasil bumi warga, serta dibentuk dengan berbagai macam bentuk yang unik. Seperti dibentuk gundukan, dibentuk berbagai jenis binatang, hiasan hingga almari seperti layaknya saat masyarakat melakukan aktivitas melamar jodohnya.

Berbagai jenis hasil bumi yang diangkut menggunakan jondang tersebut diarak dari Balai Desa Kawak hingga ke punden yang berada di kawadan masjid Wali. Jaraknya sekitar dua kilometer.

“Ada sekitar 25 kelompok yang mengikuti Festival Jondang ini. Mereka terdiri dari perwakilan RT masing-masing dan lembaga yang ada di Desa Kawak,” kata Petinggi Desa Kawak, Eko Hery Purwanto.

Menurutnya, Festival Jondang tersebut merupakan rangkaian acara sedekah bumi yang dilakukan setiap tahun. Sebelumnya juga dilaksanakan tradisi gogo lele dan sepakbola api. “Setelah arak-arakan hasil bumi dan jondang itu, dilaksanakan prosesi doa bersama,’ katanya.

Ia menambahkan, selain diharapkan mendapatkan berkah juga semakin mengeratkan kerukunan antarwarga desa setempat.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →