Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pejabat Kapuas Hulu Kaget saat Lihat Kain Tenun Produksi Warga Grobogan



Reporter:    /  @ 12:03:03  /  22 September 2016

    Print       Email
Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero (baju ungu) melihat kain tenun motif Dayak produksi perajin Grobogan di ruang promotion center di RKG, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero (baju ungu) melihat kain tenun motif Dayak produksi perajin Grobogan di ruang promotion center di RKG, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada kejadian menarik di balik kunjungan kerja yang dilakukan pejabat dari Pemkab Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ke Grobogan. Tepatnya, saat rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero dan Wakil Ketua DPRD Wan Taufik melangsungkan makan malam di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), Rabu (21/09/2016).

Usai makan, dua pejabat teras ini sempat melihat-lihat ruang promotion center di RKG yang berisi hasil produksi UMKM. Saat melihat koleksi kain tenun bikinan warga Desa Lajer, Kecamatan Sedadi, dua pejabat ini sontak kaget.

Kekagetan itu disebabkan setelah kedua orang ini melihat motif kain tenun tersebut. Beberapa kain tenun itu ternyata memiliki motif khas suku Dayak, Kalimantan.

Semula, kedua pejabat tersebut mengira jika kain tenun itu didatangkan dari kampung halamannya. Setelah dijelaskan kalau produk itu bikinan perajin dari Grobogan, keduanya tampak senang dan langsung memborong kain tenun yang bermotif suku Dayak tersebut.

“Terus terang hal ini memang cukup mengagetkan. Ternyata motif suku Dayak ini sudah sampai sini. Makanya, saya sengaja beli kain tenun khas Dayak tetapi made in orang Grobogan,” kata Antonius.

Selain kain tenun, para pejabat dari Kapuas Hulu juga mengagumi produk kain batik khas Grobogan. Sebab, kain batik itu punya motif khas dan unik. Yakni, motif utamanya adalah hasil pertanian, seperti jagung, padi, kedelai dan hortikultura.

Sebelum meninggalkan RKG, pejabat dari Kapuas Hulu sempat dapat oleh-oleh khusus dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Grobogan Edhie Sudaryanto. Yakni, berupa benih kedelai varietas Grobogan.

“Kedelai lokal ini merupakan salah satu varietas nasional. Kami berharap, benih kedelai ini bisa dikembangkan di Kapuas Hulu,” ungkap Edhie saat menyerahkan benih kedelai pada Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero.

Seperti diketahui, kedatangan rombongan dari Kalimantan ke Grobogan itu dalam rangka studi banding masalah pertanian. Rombongan berjumlah 35 orang ini melangsungkan kunjungan selama dua hari, dari Rabu kemarin hingga hari ini.

Tujuan utama datang ke Grobogan adalah untuk belajar pengembangan tanaman jagung. Dipilihnya Grobogan untuk tempat belajar karena wilayah ini merupakan salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia. Produksi jagung per tahun bisa mencapai 700 ribu ton.

Selain itu, produktivitas jagung di Grobogan juga dinilai fantastis. Tiap hektare bisa menghasilkan jagung hingga 5,5 ton. Hasil ini jauh di atas produktivitas jagung di Kapuas Hulu yang hanya berkisar 1,2 ton per hektar.

“Soal pengembangan jagung di Grobogan ini sudah dapat pengakuan nasional. Makanya, kita ke sini khusus untuk belajar pengembangan jagung. Nantinya, akan kita siapkan lahan penanaman jagung di Kapuas Hulu seluas 7.500 hektar,” sambung Antonius.

Di samping belajar penanaman jagung, lanjutnya, rombongan juga ingin studi banding masalah pengolahan jagung pascapanen. Hal itu dilakukan karena di Grobogan, sebagian jagung sudah berhasil diolah menjadi aneka produk makanan dan minuman. Bahkan, sudah banyak pula kelompok usaha yang memproduksi makanan dan minuman dari jagung serta bisa mendatangkan pendapatan menjanjikan.

“Jadi, pada prinsipnya kita mau belajar masalah jagung secara lengkap. Kebetulan di Grobogan sini sudah melakukan usaha dari hulu ke hilir. Dari pihak DPRD Kapuas Hulu juga sangat mendukung upaya pengembangan jagung tersebut. Makanya, para wakil rakyat juga kita ajak serta dalam kunjungan kerja ini,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →