Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sri Wulan Kampanyekan Kampung KB di Pati



Reporter:    /  @ 22:00:58  /  21 September 2016

    Print       Email
 Sri Wulan, Anggota Komisi IX DPR RI mengkampanyekan kampung KB di Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sri Wulan, Anggota Komisi IX DPR RI mengkampanyekan kampung KB di Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Sri Wulan mengkampanyekan kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Rabu (21/09/2016). Kampung KB dinilai perlu untuk menciptakan tatanan keluarga yang baik dan sejahtera. Pasalnya, keluarga adalah peradaban kecil yang membentuk peradaban besar bernama Indonesia.

Bila peradaban kecil itu sanggup sejahtera, maka akan terakumulasi menciptakan peradaban besar yang sejahtera. Karena itu, kampung KB diharapkan bisa menjadi solusi bagi keluarga dan desa untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, termasuk menekan angka kemiskinan.

“Kampung KB tidak terfokus pada BKKBN saja, tetapi juga melibatkan semua sektor. Intinya, adanya Kampung KB ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami berharap, Desa Tambaharjo juga akan menggalakkan Kampung KB,” ujar Wulan.

Hal itu mendapatkan respons positif dari Kepala Desa Tambaharjo, Supardi. Di desanya, hampir 90 persen program KB melibatkan kalangan ibu-ibu. “Di Desa Tambaharjo, 506 pasangan memakai akseptor dari total sekitar 700 pasangan. Kami berharap, kedatangan Mbak Wulan bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk mengikuti program KB,” kata Supardi.

Camat Tambakromo, Sudarto sendiri mendukung program Kampung KB di kecamatannya. Sebab, program KB dapat menjadi indikasi keluarga sejahtera. Dengan pengaturan jumlah keluarga, taraf hidup dan ekonomi bisa meningkat.

“Dalam satu keluarga yang jumlah anggotanya banyak, tidak menutup kemungkinan beban keluarga semakin tinggi. Akhirnya, taraf hidup dan ekonomi menurun yang berimbas pada menurunnya kualitas SDM. Karena itu, progam KB sangat diperlukan untuk perencanaan keluarga yang sejahtera,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Hidup Seorang Diri, Nenek 80 Tahun di Jepara Tergolek Sakit di Ranjang Kayu Selama 7 Bulan

Selengkapnya →