Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Anggota Komisi IX DPR RI Ajak Warga Pati Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi



Reporter:    /  @ 20:30:35  /  21 September 2016

    Print       Email
Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan (kiri) mengajak warga Pati untuk ikut berpartisipasi menekan angka kematian ibu dan bayi dalam Sosialisasi Integritas Kampung KB di Desa Tambaharjo, Tambakromo, Pati, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan (kiri) mengajak warga Pati untuk ikut berpartisipasi menekan angka kematian ibu dan bayi dalam Sosialisasi Integritas Kampung KB di Desa Tambaharjo, Tambakromo, Pati, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan mengajak warga Pati untuk bersama-sama menggalakkan agenda keluarga berencana (KB) dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi. Hal itu disampaikan Wulan dalam kegiatan Sosialisasi Integritas Kampung KB bersama Mitra Kerja di Desa dan Kecamatan Daerah Pati yang dihelat di Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, Rabu (21/09/2016).

“Ibu punya peran penting dalam mewujudkan keluarga berencana yang baik. Semuanya harus direncanakan agar bisa menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Wulan.

Anak perempuan yang belum cakap umur, misalnya. Dia sebaiknya menghindari pernikahan dini karena janinnya belum kuat. Lebih dari itu, perempuan yang belum cukup umur dianggap belum kuat secara mental dan sosial sehingga berpotensi meningkatkan angka perceraian.

Sebaliknya, wanita yang terlalu tua juga memiliki risiko ketika melahirkan karena elastisitas rahim sudah mulai berkurang. Hal itu disebut bisa meningkatkan risiko kematian ibu. Karena itu, butuh program KB yang harus dikawal bersama.

“Tak hanya mencegah angka kematian ibu dan bayi, program KB yang terencana dengan matang bisa menekan angka kemiskinan di level keluarga. Karena itu, Kampung KB perlu digalakkan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Jika masing-masing keluarga di Indonesia sejahtera, bangsa Indonesia akan maju,” ucap Wulan.

Hal senada disampaikan perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nanik Budi Astuti. Menurutnya, program KB harus dilakukan sejak dini. Dengan KB, keluarga punya perencanaan matang untuk masa depan keluarganya.

“Program KB sudah menjadi perhatian pada masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla. Hal itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk keberhasilan pembangunan Indonesia tidak lepas dari perencanaan yang matang dari tingkat keluarga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →