Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Isi Kuliah di Pati, Ganjar Sindir Izin Pertambangan Pakai Suap



Reporter:    /  @ 14:50:46  /  21 September 2016

    Print       Email
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan kuliah stadium general di STAIP Pati, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan kuliah stadium general di STAIP Pati, Rabu (21/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan statement yang mengejutkan saat mengisi kuliah stadium general di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, Rabu (21/09/2016).

Dia mengatakan, izin-izin yang dikeluarkan untuk aktivitas pertambangan sebagian besar menggunakan suap. “Izin-izin tambang itu pakai suap semua. Ketika dia miskin dompet, miskin hati, sesat pikir, diiming-imingi uang, langsung saja mau,” ucap Ganjar.

Namun, Ganjar tidak secara eksplisit menyebut pemimpin atau daerah mana yang menerima suap untuk pertambangan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Indonesia. Pati sendiri saat ini tengah gencar-gencarnya berpolemik soal izin pendirian pabrik semen yang dilakukan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Ganjar hanya menyebut, energi dari SDA yang melimpah di Indonesia tengah diperebutkan sebagai bagian dari perang proxy. “Kita harus bisa menentukan nasib sendiri. Itu yang disebut dengan merdeka, tanpa ada intervensi. Kalau kita miskin, diiming-imingi uang, berangkat. Maka, suap yang bermain. Izin-izin pertambangan itu pakai suap semua,” tuturnya.

Ironisnya, bangsa Indonesia yang dianugerahi hamparan tanah yang subur, kaya energi dan sumber pangan justru tidak dikelola dengan mandiri. Banyak di antara generasi bangsa yang disebut enggan menjadi petani. Padahal, pertanian adalah sumber pangan yang tidak semua negara memilikinya.

Karena itu, Ganjar meminta kepada salah satu mahasiswa yang ingin menjadi petani maju ke depan. Adalah Rizal, mahasiswa STAIP yang punya cita-cita sebagai petani sukses. Dia akan melanjutkan nenek moyang Nusantara sebagai petani yang mampu menyediakan lumbung pangan dunia.

“Kita ini negara kaya. Dunia pertanian menghampar begitu luasnya. Kalau bisa, kita harus ekspor hasil pertanian, bukannya malah impor,” kata Rizal. Dia menyebut, ironis bila negeri yang kaya akan sumber pangan justru mengimpor dari negeri lain.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →