Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Gubernur Ganjar Jadi Dosen di STAIP Pati



Reporter:    /  @ 13:30:00  /  21 September 2016

    Print       Email

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam stadium general di STAIP Pati, Rabu (21/09/2016), meminta mahasiswa untuk mengeluarkan gadget dan memeriksa negara mana yang membuatnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi dosen dalam agenda stadium general di Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP), Rabu (21/09/2016). Kehadiran Ganjar disambut ribuan mahasiswa yang ingin mengikuti kuliah stadium general.

Dalam mengajar, Ganjar melibatkan mahasiswa untuk aktif berinteraksi. Mereka yang mau maju ke depan dan berdialog diberikan hadiah berupa buku. Bahkan, Ganjar sempat memposisikan diri sebagai murid ketika salah satu mahasiswa diminta jadi guru.

Ahmad Fadoli, salah satu mahasiswa jurusan Tarbiyah diminta untuk menjadi guru dan ribuan audiens di depannya seolah-olah murid. Dia diminta untuk menjelaskan bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Pak guru, saya mau tanya. Ciri-ciri orang yang terkena narkotika itu bagaimana?” tanya Ganjar memposisikan dirinya sebagai murid. Fadoli menjawab, “Ciri-cirinya sakau, ketakutan, suka menggigil. Hindari narkotika, karena berbahaya bagi kesehatan, jiwa, dan masa depan kita.”

Jawaban Fadoli mendapatkan tepuk tangan dari audiens dan Ganjar kembali menjadi dosen. Menurutnya, banyaknya instansi yang dimasuki narkoba. Hal itu dinilai menjadi bagian dari proxy war, perang dunia ketiga yang tidak tampak.

“Perang dunia ketiga melalui cara-cara yang tidak tampak. Maraknya peredaran narkoba di Indonesia tidak lepas dari proxy war. Ini harus kita lawan bersama. Indonesia adalah pasar terbesar peredaran narkoba, dan itu berasal dari Cina,” kata Ganjar.

Selain penyalahgunaan narkoba, perebutan energi disebut bagian dari proxy war. Di dunia, Libya dan Irak menjadi contoh bagaimana proxy war berlangsung dengan latar belakang energi. Indonesia yang kaya akan sumber energi dan pangan harus diwaspadai terhadap kemungkinan proxy war.

Karena itu, partisipasi mahasiswa untuk mengembangkan dan membangun diri dengan semangat nasionalisme diharapkan bisa menjaga Indonesia dari kemungkinan buruk proxy war. “Potensi energi di Indonesia sangat luar biasa. Pertanyaannya, kita mampu mengelolanya atau tidak?” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →