Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kisah Sukses Peternak Sapi di Desa Gunungsari Rembang



Reporter:    /  @ 14:00:51  /  21 September 2016

    Print       Email
Peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kaliori sedang memberikan makan sapi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kaliori sedang memberikan makan sapi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebagian warga di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Rembang, merupakan peternak sapi. Namun demikian, dulunya beternak sapi masih dilakukan sebagai pekerjaan sampingan dan pengembangannya masih dilakukan secara perseorangan.

Dengan cara yang seperti itu, peternak di tempat tersebut cukup sulit untuk mengembangkan peternakannya menjadi lebih besar. Sebab, peternak cukup terbatas untuk mendapatkan informasi mengenai pengembangan ternak sapi secara professional, begitupun dengan pemasarannya.

Kemudian, pada 2008 lalu, terbentuklah kelompok tani ternak (KTT) Mekar Jaya, yang mewadahi peternak-peternak sapi yang ada di wilayah tersebut. Terbentuknya kelompok tani ternak ini pun, awalnya hanya dari obrolan ringan di warung kopi.

“Memang kalau awal terbentuknya KTT Mekar Jaya ini hanya dari obrolan warga yang biasa ngopi di warung. Beberapa warga berinisiatif untuk membentuk suatu kelompok. Tujuannya, agar peternakan yang ada di tempat kita itu tidak stagnan terus dan bisa berkembang besar,” ujar Sahid, Ketua KTT Mekar Jaya, Rabu (21/09/2016).

Menurutnya, awal terbentuknya kelompok tani ternak tersebut hanya beranggotakan 22 orang. Dalam perkembangannya, menjadi 26 orang dan kini, katanya, anggota dari kelompok tani ternak tersebut anggotanya sudah ada 50 orang lebih. Saat ini, jumlah sapi di dukuh tersebut juga sudah mencapi 150 ekor sapi, yang terdiri dari berbagai jenis. Di antaranya, Sapi Limosin, Brahma Cimentil dan lain-lain.

“Dengan adanya kelompok tani ternak ini, harapannya, informasi mengenai beternak sapi itu bisa lebih luas. Baik itu cara perawatan, cara memanfaatkan kotoran sapi, ataupun bagaimana informasi mengenai pemasaran dari sapi itu sendiri. Sebab, dengan berkelompok ini tentunya lebih mudah untuk bekerja sama,” ungkapnya.

Ia katakan, untuk anggota kelompok tani ternak di tempatnya tersebut, saat ini tidak hanya fokus terhadap penggemukan sapi jantan saja, namun juga pengembangbiakan sapi betina. Tujuannya, agar sapi juga bisa bertambah.

Namun demikian, menurutnya, pada awal terbentuknya kelompok tani ternak tersebut tidak lantas, membuat peternak di wilayah tersebut langsung bangkit. Sehingga anggota, kompak untuk menjalin relasi dengan berbagai pihak, agar peternakan sapi di wilayah tersebut bisa berkembang.

Upaya warga tersebut, ternyata disambut baik oleh PT Semen Indonesia. Dalam hal ini, pihak Semen Indonesia memberikan bantuan modal kepada peternak, yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ternak agar lebih maju.

“Dari 50 anggota kita, ada sebanyak 17 anggota yang sudah mendapatkan bantuan modal dari PT Semen Indonesia. Memang untuk bantuan ini, diprioritaskan terlebih dahulu kepada para anggota yang memang sudah lama bergabung dalam kelompok ternak ini. Untuk nominalnya, sekitar Rp 40 juta per orang,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya bantuan tersebut, peternak di tempatnya bisa meningkatkan jumlah maupun kualitas sapi ternaknya. Sehingga, nilai jual dari sapi yang dipelihara juga cukup tinggi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →