Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

KPID Jateng Kritisi Isi Sinetron dan Infotainment



Reporter:    /  @ 10:41:43  /  21 September 2016

    Print       Email

kpid-1MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menilai banyak sinetron dan infotainment yang sekarang tidak mutu. Hal itu dipaparkan saat Focus Group Discussion (FGD) mengkritisi Isi Sinetron di Hotel Griptha, Kudus, Selasa (20/9/2016).

Turut hadir dalam pembahasan dua komisioner KPID Jawa Tengah, Mulyo Hadi Purnomo dan Tazkiyatul Muthmainnah, KH Ulinnuha (tokoh masyarakat), H Agus Hari Ageng (Sekretaris PCNU Kudus), Siti Malaiha Dewi dan Moh Rosyid (STAIN), Pipiek Isfianti (sastrawan), Rosidi (Universitas Muria Kudus/ UMK), serta Qomarul Adib, Rochmansyah Setiawan dan  jurnalis

“Ini  kesembilan yang digelar KPID. Mengapa sinetron ini menjadi fokus bahasan, karena berdasarkan survei KPID, sinetron itu tayangan yang paling tidak bermutu dan tidak berkualitas pada 2015. Bahkan hingga kini juga demikian,”  kata Hadi.

Menurutnya, FGD kali ini adalah dalam rangka meminta masukan terkait berbagai hal tentang sinetron televisi yang ada di Indonesia. Selain itu, isi sinetron lebih banyak menyuguhkan dramatisasi yang berlebihan, khususnya dalam hal dialog sehingga jauh dari kehidupan yang nyata

Dia menambahkan, selain sinetron, hal yang yang juga memiliki kualitas yang tidak mutu adalah infotainment. Hal utu juga menjadikan pembahasan dari KPID Jateng untuk diselesaikan.

Dia berharap, bahwa dengan adanya pembahasan yang semacam ini maka pengusaha industri sinetron dan infotaintment dapat mengubah konsep. Jika tidak, dapat diberlakukan teguran secara langsung dan dilaporkan ke KPI Pusat

“Ancamannya bisa dihentikan acaranya. Dan beberapa acara sudah dihentikan. Tidak hanya siaran TV Nasional, melainkan siaran TV swasta juga demikian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →