Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Rembang Menuju Kota Bebas Kumuh



Reporter:    /  @ 19:00:42  /  20 September 2016

    Print       Email
Tim Leader Overside Service Provider (OSP) wilayah Jawa Tengah Endar Gunarto memberikan sambutan pada acara sosialisasi program Kotaku di depan ratusan kepala desa di rembang, Selasa (20/09/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tim Leader Overside Service Provider (OSP) wilayah Jawa Tengah Endar Gunarto memberikan sambutan pada acara sosialisasi program Kotaku di depan ratusan kepala desa di rembang, Selasa (20/09/2016) (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), ditargetkan seluruh kota di Indonesia bebas kumuh. Tak terkecuali di Kabupaten Rembang. Program pengurangan luasan pemukiman kumuh ini disebut Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Tim Leader Overside Service Provider (OSP) wilayah Jawa Tengah Endar Gunarto menuturkan, saat ini tim OSP tengah  mendampingi masyarakat untuk membuat dokumen perencanaan penanganan kumuh yang disebut Rencana Penataan Lingkungan Permukiman(RPLP) di tingkat desa maupun kelurahan  yang ada di Rembang.

“Melalui RPLP tersebut, masyarakat bersama pemerintah kabupaten melakukan penanganan kumuh, baik pencegahan maupun peningkatan kualitas lingkungan,” katanya saat menghadiri kegiatan lokakarya dan sosialisasi program Kotaku di lantai IV Kantor Setda, Selasa (20/09/2016).

Dia melanjutkan, pencegahan itu melalui  pengendalian dan pengawasan,kemudian pemberdayaan masyarakat. Sedangkan untuk penanganan, melalui pembangunan serta, peremajaan permukiman kembali. Dalam melaksanakan program ini,mereka menggunakan aset PNPM perkotaan. Baik dari konsultan sampai dengan  Badan Kewaspadaan Masyarakat (BKM).

Dalam kegiatan sosialisasi dan lokakarya ini, juga dihadiri kepala desa, BKM,LSM dan pihak sekolah. “Semua kalangam kita hadirkan, kita ikut sertakan. Sebab  penanganan pemukiman kumuh tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Namun juga tanggung jawab kita bersama. Terlebih  masyarakat luas,” ungkapnya.

Katanya, pprogram Kotaku tersebut juga menggunakan prinsip multi sektor dan multi dana, yang berarti kolaborasi dari berbagai pihak maupun dengan pendanaannya.”Harapan kita sih di tahun 2019 mendatang bisa mencapai 100, 0, dan 100. Yang artinya 100 persen masyarakat bisa terlayani air minum bersih, kawasan kumuh bisa diatasi hingga 0 persen, dan 100 persennya lagi yakni masyarakat bisa menikmati sanitasi yang layak,”jelasnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →